Penampakan Mobil Porsche 356 Carbiolet karya Tuksedo Studio saat diserahterimakan kepada pemesan oleh Laksmana Gusti Handoko kepada R.Adi Yunadi Jumat 10 Mei 2024. (Anya)

Porsche 356 Cabriolet jadi Mobil Klasik Replika ke-10 yang Mengaspal Karya Tuksedo Studio Bali

GIANYAR – R. Adi Yunadi jadi deretan pecinta mobil klasik yang ikut bangga dengan hasil karya Tuksedo Studio besutan Puji Handoko dan Laksmana Gusti.

Pasalnya mulai Jumat 10 Mei 2024, mobil idamannya itu sudah ia pakai plesir ke Pantai Melasti usai menerima kunci berikut dokumen kepemilikan mobil Porsche 356 Cabriolet dari Co-Founder Tuksedo Studio Laksmana Gusti Handoko di Sukawati, Gianyar, Bali.

“Luar biasa ya bisa pakai Porsche klasik apalagi buatan Bali. Awalnya tak menyangka ada yang bsia buat seperti ini tapi saat saya dan teman-teman berkunjung saya baru tahu ternyata bisa mewujudkan impian saya,” jelas Adi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Volkswagen Beetle Club (VBC)

Lebih lanjut dikatakannya waktu awal memesan kondisinya masih 50 persen, belum ada kaca, kursi, juga roda. Ia bahkan tidak bisa membayangkan sekarang akhirnya mobil impian ini selesai dan bisa digunakan.

Meski mobil klasik dan keluaran tahun 1950-an, tetapi kendaraan yang didesain sejak awal di Tuksedo Studio Bali ini masih baru. Bukan hanya bodi, tetapi juga mesin kendaraan yang memakai mesin Volkswagen.

Ketambahan lagi, Laksmana Gusti Handoko menjanjikan mobil yang dibeli R. Adi Yunadi adalah karya pertama dan terakhir.

Sejak berdiri 2021 lalu di wilayah Ketewel, Sukawati, Gianyar, Tuksedo Studio telah memproduksi 20 unit mobil klasik berbagai jenis, 10 di antaranya telah diterima konsumen. Mulai dari Porsche 356, 300SL Gullwing, 356 Speedster, 356 Coupe, dan 550 Spyder.

Selain menyasar pasar dalam negeri, Tuksedo Studio melayani luar negeri, paling banyak dari kawasan Timur Tengah. “Antrean paling banyak dari Timur Tengah,” kata Laksmana Gusti Handoko. Total ada 30 pesanan masuk ke Tuksedo Studio yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Tuksedo Studio mempekerjakan 80 orang tenaga kerja, yang bekerja mulai dari rancang bangun, hingga finishing. Kendala terbesar ada pada SDM.

Oleh karena itu, pesanan yang datang tidak bisa diselesaikan terburu-buru karena butuh ketelitian tingkat tinggi.

Oleh karena itu, pesanan yang datang tidak bisa diselesaikan terburu-buru karena butuh ketelitian tingkat tinggi. Kendala berikutnya terkait regulasi mengekspor mobil klasik. Laksmana Gusti Handoko mengatakan Tuksedo Studio masih menunggu regulasi dari pemerintah yang mendukung sektor UMKM otomotif untuk melebarkan pasarnya menyasar pasar luar negeri.

“Pesanan dari luar negeri banyak, tetapi tidak bisa dikirim karena kendala regulasi ekspor,” ucap Laksmana Gusti Handoko. Laksmana Gusti Handoko berharap regulasi baru mendukung ekspor mobil klasik agar sektor UMKM otomotif bergairah. ***

Check Also

Kanwil Kemenkumham Bali Gelar Rapat Evaluasi, Komitmen Raih Predikat WBBM

DENPASAR – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali menggelar Rapat Evaluasi …