Ketua PDHI Bali Periode 2023-2027, Drh I Dewa Made Anom: Bali Bebas Rabies 2025 Program Prioritas

Kabardenpasartv  – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Dr drh Muhamad Munawaroh, MM mengatakan Bali Bebas Rabies diharapkan bisa tuntas lebih awal dari target pemerintah 2030 menjadi 2025.

Munawaroh mengatakan hal ini usai melantik secara resmi pengurus baru Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Bali periode 2023 -2027 pada Sabtu, 6 Januari 2023, di Ruang Kerta Gosana Kantor Bupati (Puspem) Badung Bali, yang dihadiri Wakil Bupati kabupaten Badung Bali, I Ketut Suiasa dan sejumlah undangan lainnya.

“Saya berharap banyak dengan pengurus baru PDHI Bali untuk mampu berkolaborasi dengan pemerintah, kali ini kami fokus bagaimana PDHI berperanan dalam menuntaskan rabies di Pulau Bali. Kalau pemerintah menargetkan 2030 saya berharap 2025 paling lama bagaimana Bali bebas rabies karena kekuatan kita PDHI Bali ini anggotanya lebih dari seribu orang”, kata Munawaroh.

Ditambahkan Munawaroh Bali istimewa, selain memiliki anggota dokter hewan paling banyak di Indonesia juga ada Fakultas Kedokteran Hewan, Balai Besar Veteriner, tempat karantina, sehingga dirinya yakin bisa.

“Saya minta Ketua PDHI Bali menjadi leader menyatukan kekuatan dengan pemerintah, bagaimana 2025 Bali bebas rabies,” imbuhnya.

Ketua PDHI Bali periode 2023-2027, Drh I Dewa Made Anom yang baru dilantik mengatakan siap membebaskan Bali dari rabies tahun 2025. “Kami akan bersinergi membantu program -program pemerintah seperti yang disarankan Ketua Umum dan juga wakil bupati kami akan sinkronkan, khusnya berkaitan menjaga kesehatan hewan untuk kesejahteraan masyarakat”,kata Anom pengganti Ketua periode sebelumnya Prof Dr drh I Ketut Puja Mkes.

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa mengatakan PDHI Bali mampu membuktikan melaksanakan konsolidasi, pelantikan pengurus ini produk musyawarah. Adapun hal-hal yang ditekankan dalam tujuan pembangunan kesehatan hewan melalui kinerja pemerintah dan organisasi dokter hewan setidaknya ada tiga hal, satu, pangan ternak baik dan berkualitas, dua, penanganan penyakit zoonosis, penanganan penyakit mulut kuku, rabies, Flu burung dan ketiga, hewan-hewan peliharaan harus dijaga kesehatannya “banyak penghobi, kalau disayang saja tidak dijaga kesehatannya sayangnya bisa bikin melayang,”tutup Suiasa.***

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …