Menjemput Rp100 Triliun Setahun, Pengerjaan Rumah Sakit Internasional Bali Dikebut

Wagub Cok Ace Hadir Sebagai Pembicara Dalam Talk Show “Challenges and Opportunities of Indonesia’s Medical Tourism”,

KabardenpasarTV – Rumah Sakit Internasional Bali yang dibangun dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sanur Denpasar Bali, ditargetkan rampung akhir tahun 2023.

Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika-Indonesia Healthcare Corporation (IHC) drg Mira Dyah Wahyuni MARS, mengatakan dokter dan tenaga medis sudah proses rekrutmen dab sampai saat ini sudah ada 100 dokter spesialis yang mendaftar.

“Para dokter asing dan dokter diaspora atau dokter Indonesia yang lulusan luar negeri dapat berpraktik di KEK Kesehatan Sanur ini,” kata Mira.

Ia menambahkan, dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Rumah Sakit di Kawasan Ekonomi Khusus. Tanpa melalui prosedur adaptasi di universitas pendidikan terlebih dahulu dengan misi untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi secara progresif serta masuknya obat- obatan berkualitas tinggi sesuai izin edar dapat digunakan.

Mira menyampaikan hal tersebut dalam acara Talkshow “Challenges & Opportunities of Indonesia’s Medical Tourism” di Hotel Puri Santrian Sanur, Senin.

Sementara Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, yang juga hadir sebagai pembicara di acara tersebut mengatakan pengembangan pariwisata kesehatan di Sanur Bali dilakukan agar dapat menarik masyarakat Indonesia untuk tetap berobat di dalam negeri.

Bali sudah lama dipersiapkan sebagai destinasi unggulan health tourism atau wisata kesehatan. Hal ini menjadikan semakin gencarnya fasilitas kesehatan bertaraf internasional dikembangkan di Bali, khususnya di kawasan ekonomi khusus (KEK) yang ada di wilayah Sanur.

Lebih lanjut dikatakan dalam prosesnya terdapat tantangan, namun peluang pengembangan wisata kesehatan tetap menjadi prioritas strategi nasional. Untuk menjawab tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia yakni pemulihan ekonomi dan kesehatan pascapandemi, maka pembangunan sarana, prasarana dan fasilitas kesehatan dengan sumber daya manusia yang memadai menjadi program utama yang sedang digalakkan saat ini.

Selanjutnya, imbuh Wagub Cok Ace pihaknya bersama instansi terkait sedang menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Wisata Medis dan Wisata Kebugaran Indonesia yang bertujuan untuk mendukung dan mendorong rumah sakit maupun klinik yang secara eksisting telah ada di Bali untuk bisa berfungsi sebagai fasilitas layanan kesehatan wisata medis. Dimana hal ini tentu untuk mendukung program Kementerian BUMN yang saat ini tengah mengembangkan KEK Kesehatan di Sanur.

Di KEK Sanur akan ada beberapa fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit yang akan dikembangkan. Tentunya bekerja sama dengan institusi-institusi ternama dari beberapa negara yang sudah maju di bidang kesehatan. Salah satunya adalah Mayo Clinic dan JohnsHopkins University.

Melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” setiap pembangunan yang berkeseimbangan dan berkelanjutan akan menjadi prioritas utama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bali.***

Check Also

Kanwil Kemenkumham Bali Gelar Rapat Evaluasi, Komitmen Raih Predikat WBBM

DENPASAR – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali menggelar Rapat Evaluasi …