HARPI Melati Gelar Rakernas ke-10 di Bali

Kabardenpasar – Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) ke-10 di Prime Plaza Hotel, Sanur Denpasar -Bali.

Acara berlangsung mulai Senin 31 Oktober hingga Kami, 3 November 2022, diikuti sebanyak 400 peserta dari 26 DPD se Indonesia.

Tema yang diusung dalem rakernas ke-10 ini yakni Dengan Kreativitas dan Inovasi Tata Rias Pengantin Tradisional, Kita Siapkan SDM yang Kompeten dan Berdaya Saing Tinggi Menuju Peran dan Kedudukan HARPI Melati sebagai Organisasi Perias Pengantin yang Bermartabat dan Berdaya Guna.

Diantara agenda yang akan dijalankan dalam Rakernas ke 10 tersebut diantaranya lokakarya, pembakuan secara nasional terhadap 6 gaya tata rias pengantin khas Bali, serta seminar Wonderful Indonesia. Juga dilakukan pembahasan program kerja ke depan.

Ketua Umum DPP HARPI Melati, Suyatmi Harun mengatakan organisasi ini memiliki komitmen untuk menggali, melestarikan, mengembangkan dan memasyarakatkan tata rias pengantin daerah yang pakem (mengikuti aturan/kaidah turun temurun). Namun tak menutup kemungkinan melakukan pengembangan (inovasi) sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Sebisa mungkin kita mempertahankan pakem tata rias pengantin yang sudah ada, karena ini merupakan warisan budaya. Seperti Bali, kali ini ada enam gaya atau pakem tata rias pengantin yang biasanya disebut ‘payas’, yang dibakukan. Nah, selanjutnya akan kami sosialisasikan atau perkenalkan ke semua daerah. Begitu juga daerah lainnya. Sampai saat ini sudah ada 136 kabupaten di Indonesia yang membakukan tata rias pengantin daerahnya,” ujar Suyatmi Harun didampingi RA Kanas Kosasih K selaku Ketua Panitia Pelaksana Rakernas ke-10 HARPI Melati.

Pelaksanaan pembukaan Rakernas berlangsung semarak yang dimeriahkan penampilan Tari Nusantara oleh Sanggar Paripurna Bali serta peragaan 10 pasang tata rias pengantin Bali agung dan satu pasang tata rias pengantin Bali modifikasi.

Pada kesempatan ini juga diserahkan penghargaan kepada perwakilan 26 DPD serta almarhum Ibu Lin yang memiliki dedikasi terhadap pelestarian pakem tata rias pengantin Bali khususnya Buleleng.***

Check Also

Komitmen Penegakan Hukum Keimigrasian, Kemenkumham Bali Deportasi 4 WN Rusia yang Overstay

Denpasar – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali melalui Kantor Imigrasi Kelas I TPI …