Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Diwarnai Aksi Bakar Ban, Tokoh Adat Turun tangan

Denpasar, Demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan isu krusial kembali digelar aliansi Bali Jengah di depan Kantor DPRD Bali. Di sana peserta aksi sempat melaksanakan aksi bakar ban dan treatrikal.

“Mohon di dalam menyampaikan aspirasi dilakukan dengan cara yang lebih humanis,” kata Bendesa Adat Tanjung bungkak Desa Sumerta Klod I Wayan Suja terkait demo tolak kenaikan BBM.

Dirinya beharap peserta aksi menyampaikan aspirasi dengan humanis, tidak menghujat dengan kata-kata tidak pantas.

“Terlebih saat menyampaikan aspirasi, peserta mengenakan pakaian adat Bali. Tentunya ini bertentangan dengan budaya Bali,” ujarnya.

Ketua Pecalang Tanjung Bungkak, Denpasar Timur, I Ketut Suwitra juga menyatakan hal yang sama. dirinya mengatakan tidak melarang adanya aksi unjuk rasa.

Asalkan hal tersebut digelar sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Unjuk rasa yang digelar dengan berpakaian adat Bali sangat mencerminkan budaya Bali. Tetapi hendaknya narasi dan orasi yang disampaikan tidak menghujat, menghina, berkata kasar dan membakar ban yang bertentangan dengan dresta adat budaya Bali,” ucapnya.

Sebelumnya dengan mengenakan pakaian adat Bali berwarna hitam, sekitar 100 orang peserta aksi mulai berkumpul di parkir timur Lapangan Niti Mandala Renon, Senin (26/9/2022).

Selanjutnya mereka mengelar long march menuju depan Kantor DPRD Provinsi Bali sambil meneriakkan yel-yel menolak kenaikan harga BBM.

Personel gabungan sejumlah 260 terdiri dari TNI-Polri yang dibantu Satpol PP serta pecalang Desa adat Tanjung Bungkak dan Sanur dikerahkan untuk menjaga jalannya aksi.

Check Also

Kanwil Kemenkumham Bali Gelar Rapat Evaluasi, Komitmen Raih Predikat WBBM

DENPASAR – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali menggelar Rapat Evaluasi …