Pilih Tools Marketing yang Legal dan Terpercaya

Boven Digoel -Banyaknya tools, fitur dan aplikasi di ruang digital terutama di media sosial, harus diiimbangi juga dengan sikap kehati-hatian dan keterampilan untuk memilih-milih mana baik dan tepat untuk diri kita.
Fara Olivia Rumere, Consultant/National Youth Gender Activist saat menjadi narasumber dalam Webinar Literasi Digital wilayah Boven Digul, Papua Kamis 2 Desember 2021, mengatakan bahwa banyaknya tools marketing di medsos bisa menjadi keuntungan buat penggunanya untuk alternatif marketing.
“Digital tools marketing di media sosial seperti Instagram, Facebook dan Tiktok menjadi alternatif untuk memilih mana yang pas dan sesuai dengan produk atau jasa yang kita tawarkan,” ujar Fara dalam webinar yang dipandu oleh Jhoni Chandra ini.
Fara juga mengatakan ada beberapa cara untuk memilih tools yang tepat yaitu yang pertama adalah pemetaan resources, karyawan atau kantor bisnis. Yang kedua adalah efisien dan produktif secara biaya serta mudah digunakan. Efisiensi waktu juga perlu ditelaah apakah kita bisa menghemat waktu atau lebih produktif juga terhadap waktu yang kita miliki.
“Apakah tools-tools yang kita pilih itu dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja atau malah menjadi beban saja, ini yang harus dipahami karakteristiknya terlebih dahulu.,” imbuh Fara.
Selain itu sisi keamanan data juga harus diperhatikan apakah juga tools tersebut terpercaya dan legal. Sebab seiring perkembangan positifnya juga sisi negatif termasuk upaya illegal pihak pihak yang ingin mengambil keuntungan untuk diri sendiri.
“Ketika transformasi digital digunakan dengan benar hal itu akan memberikan banyak keuntungan bagi kita, tapi jika kita mempergunakannya salah maka akan menikam kita sebagai pengguna,” tuturnya lagi.
Manfaat positif ini juga dibahas oleh Sri Rahma Dani yang menjadi Key Opinion Leader dalam acara yang sama. Beragam tools ini juga bisa memberi dampak positif bagi pelestarian budaya Indonesia.
Sri Rahma mengatakan beragam budaya yang ada di Indonesia membuat Indonesia kaya dan menjadi aset bangsa. Keragaman ini harus dipandang sebagai sebuah nilai positif dan tidak malah mencerai beraikan bangsa. Keragaman yang ada ini bisa dilihat jelas di dunia nyata pun begitu yang terjadi di ruang digital. Dibutuhkan rasa kebangsaan dan sikap toleransi agar ruang digital bisa menyempurnakan kehidupan berbangsa dan bertanah air.
Generasi muda sebagai pewaris bangsa ini harus menjaga keragaman yang ada. “Keragaman budaya Indonesia juga terbentang jelas di dunia maya. Namun adakalanya perubahan zaman mengakibatkan budaya warisan tersebut sudah tidak sesuai dengan dinamika masyarakat saat ini,” ujar Sri Rahma Dani
Kendala lain tentang pewarisan budaya ini, lanjut Sri, adalah adanya penolakan generasi muda atau generasi penerima terhadap warisan budaya yang ada. Juga munculnya budaya baru yang sudah tidak lagi sesuai dengan warisan budaya.
Sementara itu ciri-ciri kebudayaan bersifat dinamik, menerima dan menolak unsur tertentu dan menjadi warisan yang terus mengalami proses berkelanjutan dan berkesinambungan.
Keragaman budaya ini perlu juga ditonjolkan dan dipromosikan dalam ruang digital terutama media sosial yang dipenuhi sebagian besar oleh anak-anak muda.
Selain Sri Rahma Dani dan Fara juga hadir dua pembicara lain yaitu Chris Jatender, Kaprodi IT STTI, Forita Jodi, Pemilik Deva Wedding & Event.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …