Menangani Konten Asusila di Dunia Maya

Manokwari -Sekarang ini masyarakat sangat bergantung dengan internet. Semua informasi bisa dengan mudah dan cepat dicari melalui internet. Hal tersebut merupakan salah satu manfaat yang kita rasakan dari adanya internet, tetapi dampak baiknya tidak semata-mata menutupi risiko negatif yang mungkin terjadi.
Fajar Sidik seorang podcaster sekaligus zinister menyampaikan bahwa terdapat sisi gelap internet yang berbahaya. Salah satunya ialah tindakan asusila di internet. Asusila ialah perilaku yang menyimpang dari norma. Dalam aturan hukum di Indonesia, kesusilaan telah diatur dalam KUHP Pasal 281-282.
“Kesusilaan menurut pandangan budaya itu disesuaikan dengan ruang dan waktunya. Ini serupa dengan sudut pandang Hak Asasi Manusia. Kesusilaan dipandang sebagai hal sensitif dan multitafsir,” jelas Fajar dalam Webinar Literasi digital wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (1/12/2021).
Salah satunya ketika seseorang mengenakan pakaian yang mini dan memperlihatkan anggota tubuhnya dan dilihat orang lain, ada yang beranggapan bahwa itu melanggar norma. Akan tetapi, menurut yang memakai pakaian tersebut merupakan wujud kebebasan berpendapat. Hal ini menjadi perdebatan hingga terjadi tindakan asusila itu sendiri seperti hoaks, pelecehan, hingga pencemaran nama baik.
Fajar menjelaskan, setidaknya terdapat cara-cara untuk mengantisipasi terjadinya tindakan asusila yang berpotensi menimpa kita di internet. Pertama, lindungi perangkat yang dimiliki dengan tidak berbagi kode akses perangkat. Kedua, melindungi aplikasi yang digunakan termasuk membaca dan menyetujui syarat dan ketentuan dengan seksama. Ketiga, edukasi orang sekitar mengenai hukuman atas tindakan asusila di internet.
“Saat ini di Indonesia sudah ada aturannya. Hal-hal yang melanggar aturan yang berlaku sudah masuk ke dalam pelanggaran tindakan asusila dan bisa dilaporkan ke Polisi Siber Indonesia,” ungkapnya.
Kita perlu sadar bahwa sebelum berinternet harus membekali diri dengan hal-hal yang bermanfaat. Apabila kita membagikan sesuatu yang bermanfaat, orang-orang juga akan menyukainya. Sayangnya, meski kita membagikan hal baik selalu ada orang yang ingin menjatuhkan. Sikap kita menghadapi hal tersebut ialah untuk tetap positif dan membagikan hal bermanfaat. Karena pada dasarnya, internet tidak jauh berbeda dengan dunia nyata.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (1/12/2021) juga menghadirkan pembicara, Gebryn Benjamin (Lead Creative), Malik Abdul Azis (Guru), dan Vizza Dara (Key Opinion Leader).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …