Turunkan Risiko Dampak Buruk Penggunaan Internet, Literasi Digital Wajib Dimiliki Semua Orang

Dogiyai Papua -internet semakin tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Internet kini digunakan oleh berbagai sektor mulai dari bisnis, transportasi, hingga kesehatan dan pendidikan.
Sayangnya, penggunaan internet jika dilakukan tanpa aturan dan panduan justru bisa merugikan masyarakat. Ini diakui oleh Petrus Pit Supardi, Koordinator Program LANDASAN Nabire, saat pertama kali daerahnya mendapatkan akses wifi dan internet.
“Awal wifi masuk ke ruang publik itu sempat ada periode di mana gereja sepi, karena generasi yang muda-muda lupa beribadah karena asyik main internet di hari Minggu,” tutur Petrus, dalam Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Dogiyai, Papua, Selasa 30 November 2021.
Dampak negatif lainnya yang dikatakan Petrus adalah perilaku konsumtif alias pemborosan. Kemudahan belanja dan membeli makanan online membuat pengeluaran semakin besar.
Dua dampak ini, lupa waktu dan pemborosan, merupakan dampak negatif internet yang menurut Petrus perlu diperbaiki dengan memberikan pengetahuan tentang literasi digital.
Literasi digital menurut Petrus dapat mengurangi risiko dampak buruk penggunaan internet. Misalnya, dengan mengajak anak muda lebih produktif menggunakan internet.
“Jadi jangan cuma nonton youtube atau tiktok saja internetnya. Tapi juga dipakai untuk mengembangkan hobi atau bahkan bisnis online yang dipromosikan lewat media sosial,” papar Petrus.
“Semakin banyak pengetahuan kita tentang literasi digital, semakin kecil risiko kita menyalahgunakan internet,” terangnya.
Di kesempatan yang sama, key opinion leader dan musisi, Dhan Geisha mengatakan salah satu bentuk literasi digital yang paling penting adalah etimka menggunakan media sosial. Dhan mengatakan perkembangan teknologi merubah cara berinteraksi manusia dengan berbagai kemudahan.
Jika dulu hanya bisa menelepon dan berkirim surat untuk menghubungi keluarga yang jauh, kini dengan smartphone dan media sosial bisa langsung saling melihat dengan video call.
Dhan Geisha memberikan sejumlah pesan yang penting dipahami seputar etika media sosial, yakni selalu saring informasi sebelum sharing, serta menggunakan media sosial untuk menyebarkan konten positif, kreatif dan inspiratif.
“Jangan lupa juga untuk selalu menghargai karya orang lain dan perbedaan, karena Indonesia memiliki banyak kebudayaan,” terangnya.
Dalam webinar ini hadir juga Chris Jatender (Kaprodi IT STTI) dan Astrid Kirana (Managing Director Astrindo Sentosa Kusuma).
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …