Jangan Sampai Jadi Spammer Posting di Medsos

Halmahera Timur -Beragam konten mewarnai hari-hari masyarakat saat ini di tengah gempuran teknologi digital yang semakin berkembang saja.
Menurut Nata Gein dalam Webinar Literasi Digital wilayah Halmahera Timur, Maluku Utara, Senin 29 November 2021, konten di media sosial muncul dalam beragam format, baik teks, tulisan, gambar, video audio atau kombinasinya yang diubah dalam bentuk digital sehingga dapat dibaca dengan mudah.
“Media digital juga beragam mulai dari email blog, website, podcast, hingga media-media sosial yang kini telah menjadi bagian dalam kehidupan manusia modern sehari-hari,” ujar Nata Gein dalam webinar yang dipandu oleh Yulian Noor ini.
Beragam media sosial itu, lanjut Nata Gein harus kita kenali karakteristiknya masing-masing agar kita bisa maksimal memanfaatkannya.
“Ada yang namanya YouTube, Instagram Facebook yang memiliki karakteristiknya masing-masing untuk disesuaikan dengan keinginan kita.
Dari banyak medsos itu, kita juga harus memahami bahwa ada yang harus kita lakukan dan tidak boleh kita lakukan.
Yang harus kita lakukan di antaranya adalah :
1.Kenali audien dan lakukan interaksi. Kenali dulu, contohnya Instagram atau media sosial lainnya. Lalu juga perlu mengenali siapa yang ada di dalam media sosial kita itu, misalnya siapa yang memfollow akun kita. Jangan lupakan untuk berinteraksi dengan followers.

  1. Update konten dengan memiliki tujuan yang jelas dan selalu bagikan konten yang positif.
  2. Bedakan konten bisnis dengan konten pribadi.
    Usahakan untuk memisahkan akun media sosial pribadi dengan bisnis. Begitu pula saat membagikan konten personal dengan bisnis. Contohnya, untuk curhat hanya dibagikan di akun personal, sedangkan akun bisnis hanya untuk etalase produk di media sosial.
  3. Tangani kritik dengan anggun.
    Indonesia yang beragam pasti dipenuhi dengan orang-orang memiliki beda pendapat karenanya kita harus selalu bertoleransi. Sebab semua orang menonton sosial media kita yang akan menimbulkan banyak persepsi atau banyak pendapat yang berbeda. Untuk itu perlu agar kita bisa mengontrol diri dan tidak terpancing emosi. Usahakan untuk menangani kritik dengan anggun dan membiasakan budaya santun.
    Selain Nata Gein, juga hadri pembicara lainnya yaitu Tiara Maharani, penulis dan jurnalis, Firjal Usdek, S.Sos, M.AP, Dosen Universitas Pasifik Pulau Morotai & CEO Halmahera Post, Fajar Sidik, Podcaster dan Zinester.
    Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …