Cuma Mau Curhat, Kok Jadi Melanggar Hukum

Bima NTB -Media sosial yang kita miliki memang bisa kita pakai untuk apa saja termasuk juga untuk curhat. Tapi hati-hati, alih-alih cuma mau curhat saja malah jadi berakhir di pengadilan.
Seperti yang dikatakan oleh Cenuk Sayekti, Peneliti dan Dosen dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa 30 November 2021, bahwa di zaman dimana media sosial (medsos) sudah menjadi bagian di kehidupan sehari-hari, pengguna internet perlu menahan diri agar tak curhat yang berlebihan di medsos.
“Kadang kala, curhat di medsos kita lakukan tanpa sadar sudah telah melanggar hukum. Ini sudah kejadian di beberapa kasus. Berawal dari curahan hati seseorang di medsos, berakhir di pengadilan.” Ujar Cenuk dalam webinar yang dipandu oleh Claudia Lengkey ini.
Lebih lanjut dikatakannya juga bahwa banyak orang harus menghadapi kasus hukum yang dikenali pasal UU ITE karena dianggap telah mencemarkan nama baik perusahaan atau perorangan. Pencemaran nama baik atau tercemarnya nama baik seseorang hanya dapat dinilai oleh orang yang bersangkutan secara subjektif terkait konten tertentu di medsos yang dianggap telah merugikan kehormatannya
Untuk itu, jadilah pengguna medsos yang bijak dan secara kritis menggunakannya. Banyak kasus semisal seseorang yang merasa tidak puas memakai jasa tertentu atau membeli barang tertentu, malah mengungkapkan komplain di medsos. Padahal jika ingin komplain, ada saluran yang lebih bijak.
“Jika ingin komplain atas produk atau jasa, lebih baik memakai jalur yang lebih santun. Anda bisa memilih terlebih dahulu membuat pengaduan masalah ke pelaku usaha tersebut melalui layanan konsumen,” tuturnya lagi.
Barulah jika langkah awal kita itu tidak ada respon atau tindakan pelaku usaha kurang memuaskan, solusi selanjutnya melalui surat pembaca di media massa. Kemudian kita harus pahami bahwa setiap laporan harus disertai data akurat mengenai faktor yang menyebabkan ketidakpuasan konsumen itu.
Tapi tahukah kamu setiap orang atau konsumen dijamin haknya untuk menyampaikan pendapat dan keluhan atas barang dan jasa yang dikonsumsi termasuk di medsos. Hal itu juga diatur dalam pasal 4 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, pencemaran nama baik. Termasuk UU KUHP (kitab undang-undang hukum pidana). Selain itu konsumen juga dapat mengadukannya melalui email perlindungan.konsumen@kemendag.go.id atau hotline 021 344 1839.
Yang juga harus dipahami adalah UU ITE tahun 2016 pasal 27 ayat 3 dan pasal 28 ayat 2 yang mengatur bahwa setiap orang atau kelompok yang membuat konten yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik sehingga menimbulkan kebencian dan permusuhan.
Selain Cenuk juga hadir pembicara lainnya yaitu Alex Iskandar, IMFocus Digital Consultant, Ir. Juhda, Kabid Bina Lattas dan HI Disnakertrans Kabupaten Bima dan Ahmad Affandy sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …