Belajar Etika Digital, Yuk Terapkan Hal Ini Saat Main Media Sosial

Jayapura Papua -Etika digital menjadi salah satu materi paling sering digaungkan terkait literasi digital. Dikatakan oleh Grace M. Moulina, Head of Marketing Communications Financial Company, etika digital atau Netiquette adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Grace mengatakan bagaiaman etika digital memiliki beragam tujuan salah satunya mencegah tindak kejahatan digital.
“Selain itu juga untuk melindungi keselamatan pribadi, mencegah pelanggaran hukum di dunia maya serta menjaga keseimbangan interaksi antar warganet,” kata Grace saat berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Jayapura, Papua, Senin (29/11/2021).
Dalam paparannya, Grace Moulina juga membagikan mengenai etika saat berkomukasi di media digital, etika mengunggah konten di media digital, etika saat menyebarkan informasi serta etika menghargai karya orang lain di dunia digital.
Etika berkomukasi di media digital merupakan panduan untuk berinteraksi dengan orang lain. Grace mengatakan berkomunikasi di ruang digital harus dilakukan seperti layaknya di dunia nyata.
“Gunakan bahasa yang sopan, Hindari terlibat dalam cyber bullying, hindari kalimat yang berpotensi menciptakan konflik atau provokatif, perhatikan penggunaan huruf, tanda baca dan emoticon saat menulis,” tutur Grace.
Hindari topik terkait SARA sekaligus Hargai privasi orang lain dan gunakan tata karma saat bertanya kepada sesama warganet.
Lalu untuk etika dalam mengunggah konten di Media Sosial, Grace mengatakan yang utama adalah hindari mengunggah data pribadi dan informasi pribadi di ruang digital. Timbang sebelum mengunggah, efek yang ditimbulkan apakah positif atau negatif.
“Juga perhatikan keaslian konten yang diunggah, selalu cantumkan pemilik konten asli jika konten tersebut memiliki lisensi, juga ke depankan aspek edukatif dan inspiratif, tidak hanya mengejar ‘viral’,” terangnya.
Selanjutnya adalah etika dalam menyebarkan informasi di Media Sosial. Di sini, prinsip yang harus dipegang antara lain saring sebelum sharing, cek sumber informasi melalui situs resminya, hindari menyebarkan informasi terkait SARA dan kekerasan yang dapat memprovokasi.
Lalu hindari juga menyebarkan konten yang berbaru pornografi, jangan mudah terpancing, ingat rekam jejak digital tidak dapat dihapus.
“Ingat, pemikiran setiap orang berbeda. Hargai pendapat dan pililhan orang lain,” terangnya.
Selain Grace Moulina, hadir pula dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Jayapura, Papua, Senin (29/11/2021) yaitu Apner Krei, Content Creator The Homwok sekaligus Sekretaris Jurusan Antropologi FISIP Universitas Cendrawasih, Dedy Triawan, CTO MEC Indonesia, dan Tisa sebagai key opinion leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …