Tak Cermat Belanja Online Pakai Paylater, Risikonya Utang Menggunung

Nduga Papua -Paylater menjadi salah satu sistem transaksi pembayaran baru yang memudahkan masyarakat untuk berbelanja online. Pertama kali dikenalkan di Swedia, kekinian hampir seluruh e-commerce dan perusahaan teknologi keuangan menyediakan paylater di aplikasinya.
“Sesuai dengan namanya, paylater merupakan metode yang memungkinkan konsumen untuk membeli barang saat ini, dan membayar belakangan, atau di Indonesia biasa disebut sebagai sistem kredit,” tutur Grace M. Moulina, seorang head of marketing communications financial company, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Nduga, Papua, Jumat 26 November 2021.
Grace mengatakan adanya fitur paylater memberikan kemudahan bagi Anda yang ingin membeli barang namun kesulitan menabung. Dengan pilihan tenor yang banyak dan promo menarik, Anda bisa mendapatkan barang idaman yang akan dibayar secara berkala selama 12 bulan.
Keuntungan lain penggunaan paylater adalah proses aktivasi yang mudah melalui aplikasi. Proses pendaftaran bisa dilakukan secara online dan hanya memakan waktu 24 jam, paylater langsung bisa digunakan.
“Ini berbeda dengan kartu kredit yang harus daftar ke bank dan lebih banyak persyaratan, serta mewajibkan adanya dokumen fisik saat pengajuan,” tambahnya.
Namun dibalik kemudahan tersebut, terselip juga risiko dampak negatif paylater. Grace mengatakan jika tidak digunakan dengan cermat, penggunaan paylater akan membuat Anda lebih boros dan kalap belanja.
Pengeluaran yang membengkak, ditambah dengan masalah keuangan yang dialami bisa membuat Anda telah membayar cicilan. Alhasil, utang semakin bertambah karena adanya denda yang harus dibayar.
“Seperti video viral yang waktu itu kan, limit paylater sampai 14 juta tapi saldonya tinggal Rp 4000 dan menangis kebingungan bagaimana cara membayarnya. Jangan sampai begitu ya. Bayarlah cicilan tepat waktu supaya tidak kena denda yang bisa menambah utang,” papar Grace.
Bagi Anda yang ingin mencoba menggunakan paylater namun masih ragu akan keamanannya, Grace pun memberikan beberapa pesan. Pertama, pilihlah jasa paylater yang legal dan terdaftar di Bank Indonesia. Pastikan Anda memahami opti dan ketentuan pembayaran fitur paylater sebelum digunakan, termasuk tenor cicilan, tanggal jatuh tempo, dan besaran denda.
Kedua, gunakan paylater pada satu gadget agar tidak disalahgunakan oleh orang lain. Pastikan juga akun paylater Anda memiliki password yang unik.
Terakhir, jangan pernah memberikan kode OTP kepada orang lain. Fitur paylater memberikan banyak manfaat jika digunakan secara bijak dan sesuai kebutuhan.
Selain Grace, hadir juga sebagai pembicara dalam webinar ini Gabrillianty Nastiti (Spv Accounting Analyst), Jeni Karay (Dosen Universitas Ottow & Geisler), dan Wicha Riska (key opinion leader).
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …