Jejak Digital Gampang Ditemukan, Jangan Sembarangan Unggah Konten dan Komentar Buruk Ya!

Ambon Maluku -Jarimu harimaumu menjadi pepatah baru yang kerap disampaikan oleh para penggiat digital. Sebab unggahan dan komentar yang diberikan bakal bertahan lama di internet.
Inilah yang membuat Yulia Dian mengajak masyarakat untuk berhati-hati dengan unggahan dan komentar, sebab jejak digital gampang sekali ditemukan.
“Kayak yang kemarin artis meninggal dunia, supirnya kan mengaku nabrak karena ngantuk. Padahal beberapa saat sebelumnya dia sempat upload IG story nyetir sambil main hape,” tutur Yulia Dian Candra Kusus, seorang sosial media spesialis, serta writer dan konten kreator, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Ambon, Maluku, Jumat 26 November 2021.
“Coba bayangkan itu unggahan diupload lalu meskipun sudah dihapus, sudah dicapture sama netizen cepat banget. Jadinya kan ketahuan dia bukan mengantuk tapi sedang main hape, yang menyebabkan kecelakaan,” tambahnya lagi.
Untuk itu menurut Yulia, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan agar keamanan data pribadi, termasuk jejak digital, bisa terjaga dengan baik. Apa saja?
Pertama, adalah hak privasi orang lain. Ada alasan mengapa seseorang mengunci akun atau membagikan postingan hanya untuk orang terdekat. Jika Anda diberi kepercayaan untuk mengetahuinya, jangan disebarkan tanpa persetujuan ya.
Kedua, jangan menerima pertemanan atau DM dari orang yang tidak dikenal. Apalagi jika orang tersebut mengirimkan link yang mencurigakan.
“Risikonya mengklik link sembarangan adalah data pribadi Anda bisa dicuri. Bisa jadi nanti Anda menjadi korban phising atau data dijual-belikan,” tutur Yulia.
Ketiga, blokir profil dari pencarian. Dengan begitu, laman media sosial Anda tidak bisa dilihat oleh orang di luar lingkar pertemanan.
Batasi yang dapat menemukan kita lewat pencarian online. Semakin susah kita ditemukan, semakin berkurang risiko jadi korban kejahatan siber.
“Kalau what happened in Vegas stay in Vegas, sementara what happened in Twitter stays in Google forever. Jadinya pasti bisa dicari dan ditemukan unggahan dan komentar dari kita di internet,” terangnya.
Webinar ini juga menghadirkan Sofia Sari Dewi (konten kreator dan fashion designer), Mark M Ufie (Mafindo Maluku), dan Ahmad Affandy (key opinion leader).
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …