Stop Menggiring Opini Publik Di Medsos dengan Berita Hoax

Gianyar Bali -Kita tidak bisa jauh dari internet mengingat kebutuhan dari internet ini sangat sangat penting. Dan kita setiap hari akan selalu menggunakan internet baik itu dari sisi manapun, termasuk menggunakan media sosial.
Menurut Pande Putu Gede Putra Pertama, ST, M.T, Dosen ITB STIKOM Bali dalam Webinar Literasi Digital yang digelar Kemkominfo dan Siberkreasi di Kabupaten Gianyar, Bali, Senin 22 November 2021, dari tahun ke tahun penetrasi pengguna internet semakin meningkat.
“Pada periode dari tahun 2019 sampai 2020 pengguna internet ada sebanyak 196,71 juta jiwa dari total populasi 266,901 juta jiwa penduduk Indonesia,” ujar Pande Putu dalam webinar yang dipandu oleh Jhoni Chandra ini.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa banyak manfaat dari kehadiran internet. Meski begitu, internet juga disebut-sebut mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Selain itu seiring penggunaan internet yang tinggi, aktivitas penggunanya di medsos juga semakin tinggi.
Diakui atau tidak, banyak dari kita memang sudah sangat bergantung dengan media sosial. Dan banyak juga pengguna internet yang bangun tidur itu sudah membiasakan diri untuk memegang handphone dan melihat media sosial. Dan salah satu bahaya dari media sosial adalah banyaknya hoax atau kabar bohong.
Dan kerap kali hoax digunakan sebagai alat propaganda.Oleh karena itu hati-hati kalau temen-temen mendapatkankan berita jangan langsung di-share tapi harus disaring dulu.
Hoax menyebar dari banyak cara diantaranya:

  1. Pengguna medsos cenderung berinteraksi dengan orang yang memiliki ketertarikan yang sama dengan diri sendiri.
  2. Kelompok tersebut bertumpu pada opini pemimpin mereka yang memiliki pengaruh di jejaring sosial.
  3. Kabar bohong yang berada di medsos menjadi besar ketika diambil oleh situs atau pihak terkemuka yang memiliki banyak pengikut.
    Bahaya dan dampak hoax itu banyak seperti bisa memicu munculnya perselisihan, keributan dan penyebaran kebencian. Dari data yang ada memang medsos menjadi lahan subur penyebaran berita hoax.
    Selain sejumlah langkah yang telah dan sedang dilakukan pemerintah untuk menangkal hoax, kita sebagai pengguna medsos harus juga merevolusi mental. Yaitu salah satunya dengan memakai internet yang cerdas-kreatif-produktif. Manfaatkan internet secara baik dalam arti tepat guna aman sesuai dengan etika budaya dan norma yang berlaku.
    Ada juga sejumlah cara untuk mendeteksi hoax, yang pertama adalah cek alamat url apakah berakhiran aneh seperti dot com dot co dan sebagainya. Lalu yang kedua cek situs tersebut klik konteks dan about lalu dan cek dengan media lainnya jika benar media lain pasti juga memberitakannya.
    Selanjutnya adalah bisa dengan menggunakan fact checking, coba situs snopes.com dan FactCheck.org. Lalu yang berikutnya siapa penulis dan narasumbernya dengan google informasi tentang mereka. Juga beritanya hoax biasanya juga membuatmu marah atau tidak berita palsu sering menyasar emosi dengan memberikan informasi-informasi yang aneh, dan yang terakhir bagaimana penulisannya? Berita umumnya tidak menggunakan capslock dan tanda seru.
    Selain Pande juga hadir pembicara lainnya yaitu Adji Srihandoyo, Business Development Director Koperasi Jasa Tri Capital Investama (TC-Invest), Alex Iskandar Managing Director dan Chika Mailoa sebagai Key Opinion Leader.
    Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …