Mesti Tahu, Ini Manfaat dan Risiko dari File Sharing

Yahukimo -Kemajuan teknologi mengubah banyak hal dalam kehidupan. Salah satunya dalam berbagi data atau juga dikenal dengan istilah file sharing.
“File sharing sendiri itu artinya membagi atau menyediakan akses data ke media digital di internet kepada orang lain. Data yang dibagi bisa sangat beragam, mulai dari program komputer, dokumen, buku elektronik, ataupun multimedia (gambar, video, dan audio),” ujar Dedy Triawan, CTO Mec Indonesia, dalam gerakan Nasional Literasi Digital wilayah, Yahukimo, Papua, Senin, (22/11/2021).
Ia menjelaskan, bahwa untuk bisa saling berbagi, penyedia berkas harus meng-upload berkas ke komputer server terlebih dulu. Kemudian barulah orang lain bisa mengunduhnya dari komputer server tersebut.
Dedy memaparkan bahwa file sharing sendiri mengalami perubahan dari zaman ke zaman. Jika pada tahun-tahun terdahulu, membagikan file mesti menggunakan disket, kini justru semakin canggih.
“Metodenya itu mulai perangkat penyimpanan yang bisa dipindahkan (portable). Ini misalnya saja dengan flash disk atau hardisk. Artinya ada benda penyimpan yang bisa dibawa,” ujar Dedy.
Dengan perkembangan teknologi, kemudian metode file sharing juga bisa menggunakan World Wide Wich. Ia menjelaskan bahwa metode ini berbasis dokumen hyperlink.
“Kemudian ada juga pemasangan jaringan server file hosting yang terpusat. Lalu Jaringan peer-to-peer (P2P), seperti misalnya torrent,” kata Dedy dalam webinar tersebut.
Lebih lanjut, Dedy mengatakan bahwa file sharing sendiri memiliki banyak kemudahan. Salah satunya kemudahan dalam berbagi berkas kepada orang lain yang tak terbatas jumlahnya.
“Kemudian juga dengan file sharing yang menggunakan cloud pengelolaan file jadi lebih mudah,” kata Dedy.
Kemudian dengan fitur file sharing yang semakin canggih, kini juga tidak perlu lagi menyimpan data menggunakan perangkat penyimpanan seperti flashdisk, CD, ataupun hardisk.
“Terakhir itu bisa membagi berkas dengan ukuran yang cukup besar,” ujar dia.
Seperti halnya teknologi lainnya, dalam proses file sharing juga ada sejumlah risiko. Beberapa di antaranya yakni mulai dari tertular program jahat, ancaman privasi, hacking, hingga tuntutan hak cipta (bajakan).
Dalam webinar kali ini juga hadir beberapa pembicara lainnya, seperti Nur Rahma Yenita, Ketua Program Studi Teknik Elektro M A Pallege, Pegawai CV Deddy, dan Nard Geisha sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …