Cegah Anak Jadi Korban Bullying, Ini 4 Langkah yang Perlu Dilakukan Orang Tua

Buleleng Bali -Perkembangan internet membuat kegiatan anak sebagian besar dilakukan secara online. Meski bermanfaat, penggunaan internet oleh anak berisiko membuatnya mengalami cyberbullying. Apa itu?
Gabrillianty Nastiti Ayuningtyas seorang Spv Accounting Analyst, mengatakan cyberbullying adalah perundungan yang menggunakan teknologi digital. Cyberbullying bisa terjadi di media sosial, aplikasi perpesanan, hingga permainan online.
“Cyberbullying merupakan perilaku yang ditujukan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan korban,” tutur Gabrillianty, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2020 wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, Senin 22 November 2021.
Ia menjelaskan ada beberapa jenis cyberbullying yang rentan mengincar anak di dunia online. Yang paling umum adalah flaming dan harassment, yakni suatu tindakan yang berisi kata-kata kasar, pesan tidak menyenangkan, hingga mengejek yang dilakukan secara terus menerus.
Pesan bisa diberikan melalui email ataupun akun media sosial anonim. Sehingga, korban tidak bisa mengetahui siapa sebenarnya yang mengirimkan pesan-pesan jahat tersebut.
“Pelaku cyberbullying biasanya berlindung dibalik anonimitas. Karena tidak ketahuan jati dirinya sehingga merasa bisa menjelek-jelekkan atau bahkan memfitnah orang lain,” terangnya.
Bentuk Cyberbullying lainnya adalah impersonation yakni ketika pelaku berpura-pura menjadi orang lain dan menyebarkan pesan buruk. Ada juga denigration yakni proses mengumbar keburukan seseorang di internet dengan maksud merusak reputasi dan nama baik orang tersebut.
Gabrillianty mengatakan dampak cyberbullying sangat luas dan bisa memengaruhi kondisi mental hingga fisik seseorang. Dampak mental misalnya, bisa membuat korban merasa kesal, malu, dan tidak percaya diri. Pada tahap lebih lanjut, cyberbullying bisa menyebabkan depresi hingga keinginan melakukan bunuh diri.
Sementara untuk fisik, dampak yang paling terlihat adalah korban menjadi mudah lelah dan kurang tidur. Beberapa masalah kesehatan seperti sakit perut dan sakit kepala juga rentan menyerang korban cyberbullying.
Untuk itu, orang tua perlu mengetahui bagaimana cara mencegah anak menjadi korban cyberbullying. Gabrillianty mengatakan ada 4 hal yang bisa dilakukan orang tua, yakni:

  1. Edukasi tentang dunia online. Orang tua wajib memberikan edukasi tentang bagaimana cara menggunakan internet dan berinteraksi di dunia online secara aman kepada anak.
  2. Pahami media sosial anak. Orang tua perlu memiliki akses terhadap media sosial anak, termasuk nama akunnya di berbagai platform media sosial.
  3. Awasi kegiatan online. Pengawasan terhadap kegiatan anak yang dilakukan secara online penting untuk mencegahnya menjadi korban cyberbullying.
  4. Posisikan diri sebagai teman. Orang tua perlu memberikan sedikit ruang bagi anak untuk membuatnya mau menceritakan masalah yang dihadapi, dan mengatasinya bersama-sama.
    Selain Gabrillianty, webinar ini juga menghadirkan Qamaril Hazhiyah Adani (General Manager PT Gifera Odo Technology), Komang Anik Sugiani (Dosen Politeknik Ganesha Guru, Ketua Yayasan Project Jyoti Bali), dan Ainun Auliah (key opinion leader).
    Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
    Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …