Mendeteksi Ancaman Keamanan Digital di Medsos

Buleleng Bali -digital memudahkan seluruh kegiatan yang mendukung kehidupan manusia itu sendiri karena munculnya teknologi. Era digital juga hadir untuk menggantikan beberapa teknologi masa lalu menjadi lebih praktis dan modern.
Saat ini, di tengah masyarakat telah hadir platform digital dan media sosial seiring berkembangnya teknologi. Fungsi dari platform digital pun beragam, untuk berkomunikasi, berinteraksi, belajar, pengembangan diri, hiburan, dan lainnya. Beberapa platform digital di antaranya Facebook, Twitter, Pinterest, Youtube, Linkedin, Instagram, dan Tiktok.
“Supaya orang-orang attract untuk menyaksikan konten kita di media sosial. Ada beberapa hal yang bisa dideteksi,” tutur Sofia Sari Dewi seorang fashion designer dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (18/11/2021).
Pertama, apapun yang kita unggah di media sosial bisa dilihat publik. Kedua, gunakan hastag agar semakin banyak orang yang melihat. Ketiga, interest explore di media sosial jadi kita harus melihat postingan-postingan serupa sesuai dengan ketertarikan kita. Keempat, jumlah followers dan engagement. Apabila akun media sosial memiliki followers yang banyak, kemungkinan engagementnya juga besar. Banyak orang yang melihat dan tertarik dengan akun kita.
Sofia mengatakan, akun dengan followers yang banyak berpotensi diincar oleh oknum penjahat. Dengan demikian, akun media sosial kita terancam tidak aman. Beberapa indikasi bahwa akun kita tidak aman ketika sering mendapat email pemberitahuan upaya login, pesan berupa tautan link, aplikasi sering force closed, dan sering menerima komentar spam.
“Apabila hal itu sudah sering terjadi, kita harus kasih kunci ganda ke akun media sosial. Kita sudah dimudahkan dan bisa menggunaan bawaan dari akun media sosial itu sendiri,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, di samping fitur keamanan bawaan dari aplikasi, kita bisa menambahkan lagi keamanan ganda menggunakan aplikasi authenticator dari Google. Melalui aplikasi tersebut, nantinya kita akan mendapatkan kode OTP setiap ingin login pada akun media sosial.
Hal yang perlu diperhatikan dari penggunaan authenticator ialah membutuhkan nomor telepon yang aktif untuk mengirim kode OTP. Selain itu, gunakan password yang sulit dan ubah secara berkala sebagai keamanan lapis pertama pada akun media sosial.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (18/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Shella Nadia (Wiraswasta), I Gede Margunayasa (Kaprodi PGSD FIP Undiksha), dan Ichsan Colly (Key Opinion Leader).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …