Menauladani Konsep Rakyat Kepulauan Tidore: Bikin Bae Dapa Bae

Kepulauan Tidore -Literasi digital seolah memberi ruang bagi tumbuhnya demokrasi. Salah satunya terkait kebebasan menyampaikan pendapat. Setiap orang bisa menjadi penulis jadi jurnalis jadi penyiar bahkan bisa menjadi pemilik media. Orang-orang itu berkuasa dan atau berwenang menyampaikan informasi pemikiran pandangan dan catatan pribadi terkait suatu suatu hal mengenai urusan pribadi kelompok atau urusan publik.
“Sebagai penguasa banyak profesi kita hanya punya 2 pilihan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan kebaikan atau menciptakan keburukan atau kerusakan,” kata Rusly Saraha, Anggota Bawaslu Kota Ternate dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kepulauan Tidore, Maluku Utara, Kamis 18 November 2021.
“Jadi sebenarnya dengan kewenangan yang besar kita semua punya kesempatan besar pula untuk berbuat kebaikan bagi banyak orang,” ujar Rusli dalam webinar yang dipandu oleh Eddie Bingky ini.
Selain itu kaum terdidik juga memiliki banyak pilihan karena sebagai kaum terdidik kita selalu percaya bahwa pilihan untuk menebar kebaikan adalah jalan mulia. Ketimbang terjebak pada praktek penggunaan media sosial memproduksi nilai-nilai anti demokrasi.
“Sebab kita yakini siapa yang berbuat kebaikan ia akan memperoleh kebaikan ( BIKIN BAE – DAPA BAE),” ujarnya lagi.
Untuk itulah ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk menebar kebaikan:

  1. Menjaga integritas diri.
    Integritas itu menjadi yang harus ditanam di dalam diri kita masing-masing. Itu juga harus mempunyai tanggung jawab
  2. Mempelopori tindakan-tindakan kebaikan. Hal-hal positif yang mestinya harus kita keluarkan sehingga benar-benar apa yang kita lakukan itu memberikan manfaat yang lebih banyak bagi banyak orang.
  3. Menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memperjuangkan nilai-nilai demokrasi. Karena nilai-nilai demokrasi harus diperjuangkan.
    Nilai-nilai demokrasi itu diantaranya toleransi menghargai perbedaan pendapat, menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan pluralisme, bersikap terbuka etika dan pengendalian diri taat aturan menjaga kebersamaan kedamaian dan menegakkan keadilan.
    Di samping hal di atas, ada juga sejumlah etika yang wajib dilakukan di ruang digital agar tercipta kebaikan bagi sesama. Salah satu yang plenting adalah etika menghargai karya orang lain di medsos dengan memberi saran dan kritik yang membangun.
    Nilai-nilai demokrasi ini penting dibangun dalam ruang digital. Nilai-nilai ini juga sudah terbukti sejak jaman dahulu kala mampu menciptakan sebuah keteraturan hidup dalam negara.
    Menurut tokoh dunia Abraham Lincoln, demokrasi adalah sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Sedangkan Hans Kelsen meyakini bahwa demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dan untuk rakyat yang melaksanakan kekuasaan negara ialah wakil-wakil rakyat terpilih.
    Sementara Sidney Hook mengatakan demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana keputusan-keputusan pemerintah yang penting secara langsung atau tidak berdasarkan pada kesepakatan mayoritas secara bebas dari rakyat.
    Seperti Tokoh Nasional Mahfud MD pernah menyampaikan konsep demokrasi yang dikatakan Gus Dur. Ada 3 kunci demokrasi menurut Gus Dur yaitu satu kebebasan setiap orang dalam menyampaikan pendapat, kesamaan setiap orang diperlakukan sama dan penegakan hukum.
    Selain Rusli juga hadir pembicara lainnya yaitu Nico Oliver, Penggiat Digital dan Content Creator, Gebryn Benjamin, Lead Creative Strategi Frente Indonesia, Sondang Pratama sebagai Key Opinion Leader.
    Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …