Cermati Gangguan Mental dan Fisik Akibat Kebanyakan Medsos

Denpasar -Sadarkah kita bahwa saat ini kita sangat tergantung dengan media sosial? Berapa kali kita mengakses medsos dalam sehari? Kita bisa mengakses 5 kali, 50 kali 100 kali atau mungkin lebih.
Menurut Gebryn Benjamin, Lead Creative Strategi Frente Indonesia, dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Denpasar, Bali, Rabu 17 November 2021, meski ketergantungan setiap pengguna di Indonesia di era digital ini pada akses medsos sangat tinggi namun tidak diikuti dengan tingginya tingkat literasi digital.
“Padahal literasi digita sangat penting dan literasi digital kita indeksnya rendah. Banyak orang pintar yang jahat dan itu bahaya sekali jika melakukan penipuan,” ujar Gebryn dalam webinar yang dipandu oleh Eddie Bingky ini.
Lebih lanjut dikatakan Gebryn bahwa ada hal-hal negatif yang bisa membuat kita terpapar gara-gara sosial media. Selain kejahatan medsos, kebanyakan bermedsos ria ini juga punya dampak buruk lainnya.
Seperti gangguan fisik dan mental, kecanduan, depresi dan tidak percaya diri. Kecanduan itu tidak baik kecanduan pornografi konten yang tidak pantas untuk umur anak muda. Dan pornografi itu konten yang tidak baik untuk usia berapa pun apalagi anak-anak orang tua juga tidak pantas dan tidak ada positifnya.
Depresi juga bahaya semisal suka melihat berita kecelakaan, kerusuhan bikin depresi jumlah pasien covid juga naik juga bikin depresi. Sementara tidak percaya diri adalah salah satu dampak buruk sosmed karena kita follow banyak akun yang tidak bermanfaat.
“Jadi kita tidak percaya diri seperti mimpi melihat selebgram influencer sehingga kita membandingkan diri kita dengan mereka,” bebernya lagi.
Kita membandingkan harta, ada body shaming, iri melihat prestasi orang lain. Kalau kejahatan bisa dilaporkan pada polisi tapi gangguan fisik terutama mental itu sulit dibetulkan. Jadi berupayalah untuk menggunakan sosial media dengan bijak.
Untuk itulah agar aman bermedsos tanpa dihinggapi gangguan kejahatan, gangguan fisik dan mental di kemudian hari kita harus cermati cara mencegahnya. Yaitu yang pertama adalah perbanyak literasi digital. Ingatlah mumpung masih muda jadi kita cepat menyerap ilmu dan kita akan bisa memperbaiki cap yang menempel saat ini bahwa tingkat kesopanan netizen Indonesia rendah.
Dengan Literasi Digital kita juga bisa mengajarkan ke orang tua dan ke anak muda. Yang kedua adalah pelajari fitur keamanan dan privasi platform dan selalu lindungi data pribadi serta selektif berteman di medsos dan laporkan jika mengetahui ada hal-hal yang mengganggu yang negatif di ruang Digital kita.
Selain Gebryn juga hadir pembicara lainnya yaitu Yazid Yanwar Saputra, Founder Meraki Agency, Gede Putu Agustyawan, S.pd Guru SMK TI Bali dan Putri Masyita sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …