Tips Aman Investasi Masa Kini secara Online

Bima NTB -Saat ini berinvestasi sangat mudah dilakukan secara online. Investasi online ini dilakukan pda sebuah platform atau aplikasi melalui gadget kita, seperti ponsel dan laptop.’
Investasi bisa menjauhkan kita dari kemungkinan terjadinya inflasi, menambah penghasilan, menambah nilai uang, mempersiapkan kebutuhan di masa depan, dan melatih tanggung jawab serta belajar mengambil keputusan.
“Saat berinvestasi kita bertanggung jawab pada diri kita, investasi kita, terhadap keputusan-keputusan yang kita ambil. kita dibuat menjadi orang yang harus benar-benar pasti,” papar Yazid Yanwar, Founder Meraki Agency dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa (16/11/2021).
Jenis investasi online yang dikenali masyarakat yaitu, reksadana, saham, emas, forex, sukuk tabungan negara, dan tabungan berjangka. Kelebihan dari investasi online yang dirasakan investor. Pertama, tidak membutuhkan waktu yang lama karena lebih praktis dibandingkan investasi offline yang mengharuskan investor ke kantor sekuritas. Kedua, modal kecil tetap dapat berinvestasi. Bahkan pada emas kita bisa berinvestasi mulai 5 ribu rupiah. Ketiga, tabungan jangka lama yang dapat ditingkatkan dan disimpan sesuai keinginan investor.
Namun, kekurangan yang dirasakan oleh investor ialah dari segi fisiknya. Kalau uang kita diinvestasikan secara online tentunya bentuk investasi berbentuk digital dan hanya dilihat dalam bentuk gadget. Akan tetapi nilai investasinya tetap ada seiring berjalannya waktu dan akan terus bertambah jika diinvestasikan dalam jangka panjang.
“Supaya kita aman berinvestasi online itu ada tipsnya dan kalau dijalankan itu bisa menjadi pegangan kita dalam investasi online,” ujarnya.
Cara amannya dengan memperhatikan aplikasi investasi. Aplikasi yang aman harus terdaftar dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian, memilih dan memahami jenis investasi online yang tepat dan disesuaikan berdasarkan kondisi keuangan kita. Selain itu, kita sebagai investor juga harus paham risiko-risikonya pada setiap jenis investasi.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bima, NTB, Selasa (16/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Tiara Maharani (penulis dan jurnalis), Syahrul (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bima), dan Ahmad Affandy (Key Opinion Leader).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …