Teknologi Baru Berarti Juga Peluang Baru

Sikka NTT -Kita mungkin sudah akrab dengan dunia digital yang telah menjadi bagian hidup kita sehari-hari saat ini. Namun selayaknya dunia fisik di sekitar kita, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dan pahami agar tidak tersesat dalam dunia digital.
Hal itu dikatakan oleh Ilham Faris, Digital Strategist & National Facilitator dalam Webinar Literasi Digital yang digelar oleh Kemkominfo dan Siberkreasi di Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin 15 November 2021.
“Setiap pengguna ruang digital perlu literasi digital yang banyak menekankan pada kecakapan penggunaan media digital dalam melakukan proses mediasi digital yang dilakukan secara produktif,” ujar Ilham Faris dalam webinar yang dipandu oleh Jhoni Chandra ini.
Lebih lanjut kata Ilham, perkembangan dunia digital sangat pesat, jika kita tidak bisa mengikutinya maka akan tertinggal. Sebab teknologi baru sama dengan peluang baru dan kita harus terus belajar untuk mengimbangi kemajuan teknologi itu.
Ia juga mengatakan tak masalah jika saat di awal belajar kita melakukan kesalahan tapi dengan semangat memperbaiki kemampuan dengan belajar semua ilmu akan cepat dipahami.
“Banyak ilmu yang bisa didapat gratis dan semuanya ada di sejumlah aplikasi dan beragam fitir semisal youtube. Walaupun tidak 100% keberhasilan bisa maksimal tapi kalau mau belajar akan banyak ilmu yang didapat,” tuturnya.
Ilham juga mengakui bahwa literasi kecakapan digital masyarakat Indonesia sangat rendah sehingga setiap pengguna berusaha untuk meningkatkannya. Salah satu sisi pentingnya literasi digital adalah dalam transaksi di dunia digital agar kita menjadi paham apa yang kita harus beli dan sepenting apa agar meminimalisir lifestyle.
Meskipun harus diakui bahwa penggunaan dompet digital untuk transaksi terus meningkat pemakaiannya. Hal ini bisa dipahami dari hasil survei LPSOS Indonesia Februari 2020 yang menyatakan ada 68% responden mengatakan menggunakan dompet digital karena alasan kenyamanan dan sebanyak 23% karena promo serta 9% karena alasan keamanan
Sehingga jika kita memahami literasi digital maka kita tahu mana yang akan dibeli karena kebutuhan dan mana yang hanya keinginan dan harus diredam. Dari hasil survei juga diketahui kebiasaan selama pandemi 81% yang berbelanja online secara online paling sedikit mereka belanja 1 kali dalam seminggu dan 55% mengaku lebih sering belanja online dan menduga akan semakin sering ke depannya.
Selain Ilham juga hadir pembicara lainnya yaitu Rizki Rahmawati, SH, LLM, Advokat dan Managing Partner Law Office Amali dan Associates, Maria Ermilina Dua Lering Guru SMA 1 Maumere dan Putri Langi Sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …