Tantangan Mengelola Dompet Digital

Dogiyai Papua -Kondisi saat ini memperlihatkan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Saat ini perumpamaan dunia dalam genggaman pun sudah menjadi kenyataan. Informasi dengan mudahnya dicari dan didapatkan. Ilham Faris seorang digital strategist mengatakan, perkembangan itu harus kita ikuti dan harus kita lihat sebagai sebuah peluang.
“Di kondisi pandemi ini pun ada kebiasaan-kebiasaan baru yang kita lihat sebagai peluang. Yang berkaitan dengan masa pandemi ini orang lebih sering berbelanja online dan akan lebih sering kedepannya,” jelas Ilham dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Dogiyai, Papua, Selasa (16/11/2021).
Perubahan kebiasaan belanja online di masa ini turut berkaitan dengan sistem pembayaran dari konvensional ke digital. Dalam paparan Ilham, volume transaksi masyarakat Indonesia sangat tinggi pada platform dompet digital Shopeepay. Dompet digital cukup menarik banyak orang karena terdapat kenyamanan di dalamnya, karena kita tidak perlu membawa dompet dan kartu.
Ilham menjelaskan, dompet digital atau e-wallet sendiri diartikan sebagai uang elektronik berbasis aplikasi yang bisa diakses menggunakan jaringan internet saat melakukan transaksi. Selain itu, ada promo yang ditawarkan oleh dompet digital sehingga masyarakat merasa lebih untung dibandingkan memakai pembayaran konvensional secara cash.
“Kenali masing-masing karakteristik dompet digital karena memiliki layanan yang berbeda. Kemudian, tentukan peruntukkan dan kebutuhan dompet digital. Dengan demikian kita dapat terhindar dari kebiasaan berbelanja yang berlebihan,” ujarnya.
Kita harus bisa melihat bahwa ada kemudahan dan tantangan pada saat kita menggunakan sistem pembayaran cashless. Kemudahan yang kita rasakan ialah praktis dan efisien saat menggunakan e-wallet baik saat top up saldo hingga saat melakukan transaksi. Terhindar dari virus karena minimnya kontak saat melakukan transaksi, terutama di masa pandemi.
Akan tetapi, tantangannya ialah menjadi lebih konsumtif apabila penggunaannya tidak direncanakan dengan baik, rentan terhadap kejahatan digital, serta pengguna harus memahami teknologi untuk menggunakan dompet digital.
Supaya penggunaan dompet digital tidak berdampak negatif, kita harus pandai mengelolanya. Pertama, tetapkan budget untuk dompet digital kita dan gunakan saat dibutuhkan saja, hindari transaksi e-wallet dalam satu waktu, manfaatkan promo yang tersebar. Pastikan kita tidak menggunakan Paylater pada dompet digital apabila keadaannya tidak mendesak karena fitur ini menambah hutang.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Dogiyai, Papua, Selasa (16/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Chyntia Andarinie (Founder Mom Influencer ID), Lusia Lamalewa (Dosen), dan Reza Aditya (Key Opinion Leader).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …