Tantangan Generasi Milenial Menjadi Pemimpin di Era Digital

Sumbawa NTB -Generasi milenial adalah generasi baru dengan cara pandang dan perilaku berbeda dari generasi sebelumnya. Para pemimpin muda ini merambah di berbagai bidang, membawa suasana baru di organisasinya masing-masing. Memunculkan pemikiran-pemikiran baru dan membawa angin segar bagi organisasi, yang dituntut untuk terus beradaptasi dengan berbagai perubahan di zaman yang serba cepat ini.
John Kennedy, M.Pd, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Selasa 16 November 2021, mengatakan bahwa kepemimpinan merupakan bagian terpenting dalam negara atau organisasi.
“Keberhasilan suatu negara atau organisasi misalnya tergantung kepada pola yang digunakan oleh pemimpin sebagaimana di dunia pendidikan bahwa sekolah yang baik itu harus dipimpin oleh kepala sekolah yang baik pula,” ujar John Kennedy dalam webinar yang dipandu oleh Idfi Pancani ini.
Lebih lanjut dikatakan John bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan menggerakkan orang lain dalam rangka mencapai tujuan. “Keberhasilan pemimpin bergantung cara menggerakkan dengan cara memaksa, memerintah, mempengaruhi,merayu mempersuasi, mengkondisikan atau memberi teladan,” imbuhnya lagi.
Untuk memimpin yang baik, kita juga harus melihat siapa yang dipimpin serta lihat dulu kondisi dan situasinya. Selain itu perlu juga untuk melihat siapa yang anda pimpin dengan melihat juga tinggi kemampuannya dan tinggi kemauannya untuk menentukan metode apa yang perlu diterapkan.
Sementara kondisi dan situasi juga perlu dilihat semisal kondisinya emergency, tidak banyak waktu lagi, pekerjaan harus mencapai target bisa memakai metode otoriter. Seorang pemimpin juga membutuh support penuh dari anggota karena tujuan tak mungkin tercapai tanpa legitimasi real dari anggota.
Seorang pemimpin juga bisa memakai metode demokratis ketika anggota sudah paham benar dengan apa yang harus dilakukan dan paham benar tujuan yang ingin dicapai. Hal yang juga penting bagi seorang pemimpin adalah menyadari bahwa sebuah kepemimpinan adalah sebuah amanah.
“Karena amanah dan hanya diberikan kepada mereka yang dikehendaki oleh Tuhan. Begitu dia terpilih untuk memikul amanah ia akan mendapatkan jalan yang terkadang unpredictable sehingga terpilih menjadi pemimpin. Konsekuensinya ada akuntabilitas kepada orang yang dipimpin yang sangat berat dan akuntabilitas di hadapan yang Maha memberikan amanah,” jelasnya lagi.
Yang harus dilakukan agar mampu memimpin amanah adalah dengan memiliki tekad bulat untuk berbuat yang terbaik untuk orang yang dipimpin. Selain itu juga seorang pemimpin harus senantiasa sadar bahwa semua perilakunya tidak pernah lepas dari kontrol pemberian amanah.
Selain John juga hadir pembicara lainnya yaitu Alaika Abdullah, Virtual Assistant n Digital Content Creator, Sofia Sari Dewi, Fashion Designer dan Content Creator, Deny Abbal sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …