Jangan Salah Kaprah, Kartu Kredit dan Paylater Ternyata Berbeda Loh

Jayawijaya Papua -Perkembangan teknologi menghadirkan banyak kemudahan dalam hidup. Salah satunya dalam hal melakukan transaksi keuangan.
Bahkan, berkat kemajuan teknologi kini masyarakat bisa menikmati fitur paylater yang diberikan oleh sejumlah platform. Banyak pula masyarakat yang mengganggap bahwa paylater sama dengan kartu kredit. Tapi, bagaimana faktanya?
“Walaupun sama-sama memberikan fasilitas kredit atau dana di awal sebagai metode pembayaran namun paylater tidak sama dengan kartu kredit,” ujar Grace Moulina Head of Marketing and Communication Financial Company, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Jayawijaya, Papua, Selasa, 16 November 2021.
Grace menjelaskan bahwa dalam tahap pengajuanra PayLater lebih mudah. Ini karena paylater memanfaatkan teknologi online dan menggunakan dokumen yang bersifat soft file.
“Kartu kredit lebih banyak persyaratan, membutuhkan dokumen fisik sesuai. Kemudian regulasi perbankan dan proses SLIK OIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan),” ujar Grace.
Kemudian, ia mengatakan bahwa fitur paylater tidak berbentuk fisik dan terhubung dengan aplikasi atau e-commerce penyedia fitur). Sedangkan kartu kredit berbentuk fisik.
“Lalu limit paylater lebih fleksibel tergantung credit scoring terhadap apliikan dari perusahaan penerbitnya Limit kartu kredit cenderung statis/fix sesuai jenis kartu (Gold, platinum, infinity) dan profil yang mengajukan,” kata Grace.
Lebih lanjut Grace menjelaskan bahwa dari sisi keamanan, keduanya sma-sama diawasi oleh OIK. Bedanya keamanan PayLater menggunakan kode OTP, sedangkan Kartu Kredit menggunakan Pin dan tanda tangan.
“Dalam hal suku bunga yang ditetapkan Paylater sekitar 2,9 % sampai 4,78% per bulan, dengan tenor maksimal 12 bulan. Suku bunga kartu kredit sekitar 2.75 sampal 3% per bulan, dengan tenor lebih panjang, hingga 36 bulan,” kata Grace dam webinar tersebut
Grace juga menjelaskan bahwa proses aktivasi paylater relatif mudah. Semua proses aktivasi paylater dilakukan melalui aplikasinya dan proses pendaftaran dilakukan secara online. Biasanya dalam waktu 24 jam, paylater langsung bisa digunakan.
Ia melanjutkan bahwa dalam paylater limitnya lebih singkat. Limitnya yang terbatas, membuat tenor yang tersedia pun tidak begitu lama. Umumnya tenor yang tersediamaksimal 12 bulan atau setahun.
“Selain kemudahan pembayaran, pengguna ditawarkan berbagai macam promo yang hanya diberikan untuk pengguna paylater,” ujar dia.

Dalam webinar tersebut juga hadir pembicara lainnya yakni Moresby Koreri Sawor, Staf Fakultas Teknik UNCEN, Rizky Rahmawati Pasaribu, Advokat dan Managing Partner Law Office Amali & Associates, dan Adelita sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …