Hindari Kejahatan di Medsos dengan Pahami Fitur Keamanannya

Maluku Tengah -Aplikasi percakapan dan media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan di mana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, menciptakan isi blog, forum, serta menunjang kegiatan ekonomi seperti marketing atau bisnis tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Di era digital dengan perkembangan teknologi yang cukup pesat, sangat mudah bagi kita untuk memperoleh informasi. Pada era ini juga terjadi pergeseran pola pikir masyarakat era digital yang melakukan transaksi apapun secara digital.
“Penggunaan media sosial yang tidak diimbangi dengan kemampuan dan keamanan dapat menimbulkan dampak negatif bagi diri kita. Bahkan hingga kerugian bagi para penggunanya. Jadi digital skills memang harus diimbangi dengan pemahaman akan dampak negatifnya yang berpotensi kita terima dari orang-orang tidak bertanggung jawab,” ujar Astried Kirana seorang Managing Director dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Selasa (16/11/2021).
Ketika kita tidak berhati-hati saat melakukan transaksi atau membuka aplikasi platform media sosial, itu ada celah bagi pelaku kejahatan atau oknum untuk mencuri data-data pribadi kita, bahkan akun kita bisa diretas oleh pelaku kejahatan siber. Meski telah memasang keamanan sesuai prosedur seperti hanya mengakses situs resmi, password, keamanan ganda dan lain sebagainya tetap tidak menutup kemungkinan akun media sosial kita berpotensi untuk dihack. Banyak sekali kejahatan di dunia maya khususnya pada aplikasi percakapan dan media sosial yang bisa terjadi.
“Kita tidak bisa memastikan 100 persen aman untuk melakukan segala transaksi atau aktivitas di era digital, tetapi kita hanya bisa mempersulit atau mencegah orang untuk meretas akun kita dengan password yang sulit,” jelas Astried.
Astried menyampaikan, kejahatan umum di aplikasi percakapan di antaranya ancaman online, cyberbullying, hingga cyberstalking. Kejahatan yang paling banyak terjadi ialah peretasan, langkah mengantisipasinya dengan membuat password yang sulit. Sebuah password bisa dikatakan sulit apabila terdiri atas kombinasi huruf, angka, simbol yang diacak dengan minimal 6 digit. Menurut Astried, dengan demikian kita bisa membuat oknum cracker menjadi kesulitan dalam meretas akun. Di samping itu, two factor authenticator harus tetap diaktifkan sebagai keamanan lapis kedua.
Sebagai pemilik akun media sosial, kita bisa membatasi orang-orang yang dapat menemukan atau melihat kita di media sosial dan tidak menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal. Kita harus cek dan pelajari latar belakang orang yang mengirim permintaan pertemanan di media sosial.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Selasa (16/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Descha Muchtar (Founder Indopinups & CSE Educator), Is Adi Luqman (Kepala SMA 37 Maluku Tengah), dan Nata Gein (Key Opinion Leader).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …