Catat, Ini Tips Agar Investasi Online Tetap Aman dan Menguntungkan

Paniai Papua -Dalam beberapa tahun belakangan, semakin banyak masyarakat yang sadar akan perlunya investasi. Bahkan, menurut data Otoritas Jasa Keuangan jumlah investor di pasar modal bertambah hingga 2,3 juta.
Terlebih, berkat adanya perkembangan teknologi, kini juga bermunculan investasi online. Beberapa di antaranya seperti, deposito di bank digital, reksa dana, peer to peer landing, hingga investasi emas online.
“Deposito ini bisa jadi langkah aman untuk berinvestasi. Karena risikonya minim. Namun, bunga “hanya” berkisar 5-6 persen per tahun. Beberapa di antaranya seperti, Bank Jago, Neo, Blu by BCA, Sea Bank, Jenius,” kata Alex Iskandar, Managing Director IMFocus dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Ditital 2021 wilayah Paniai, Papua, Selasa 16 November 2021.
Sementara itu, Alex menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan peer to peer lending adalah layanan pinjam meminjam uang dalam mata uang rupiah secara langsung antara kreditur/lender (pemberi pinjaman) dan debitur/borrower (penerima pinjaman). Dalam proses transaksinya lanjut Alex, peer to peer lending berbasis teknologi informasi.
“Selanjutnya juga ada reksadana. Artiya dana akan ditempatkan di bank Custodian. Ada Manajer Investasi yang kemudian mengelola dana investasi. yang masuk. Dana di investasikan di saham, obligasi, pasar uang, forex. Dikelola secara Profesional. Kita tidak perlu trading atau aktif,” ujar dia.
Kemudian, ada juga investasi saham di Bursa IDX atau bursa Internasional. Alex menjelaskan bahwa saham sendiri diterbitkan dan dijual suatu perusahaan untuk mendanai aktivitas perusahaan.
“Keuntungan investor bisa didapat dari dividen dan capital gain. Namun risiko bermain saham juga ada dengan adanya capital loss dan risiko likuiditas,” ujar Alex.
Lebih lanjut, Alex mengingatkan untuk selalu waspada saat investasi online. Ia menyarankan untuk selalu menjadikan OJK Panduan Keamanan Investasi
“Kita harus waspada janji atau hasil yang wow. Terutama jika diajak orang dekat atau terkenal,” kata Alex.
Ia menjelaskan bahwa semua dana yang benar acuannya tingkat bunga Bank Indonesia atau Deposito. Jika jauh lebih tinggi, dan bukan dari Bank, lebih baik diabaikan.
“Lalu juga jangan Serakah atau Ingin Kaya Instant dalam berinvestasi (online) Penipuan selalu eksis dari jaman pra sejarah s/d sekarang akan terus ada. Putuskan jangan mau jadi korban.
Lebih lanjut, Alex juga menyarankan untuk selalu menggunakan aplikasi investasi terpercaya. Selalu pastikan bahwa aplikasi itu terdaftar oleh OJK.
Dalam webinar tersebut, juga hadir pembicara lainnya, yakni Masra Suyuti sebagai key opinion leader, Doni Donatus, Ketua DPC PBB Kota Jayapura, Fajar Sidik, Zinester dan Podcaster at 30 Degree Media Network.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …