Butuh Kesabaran dan Sikap Tenang Ajarkan Digital Skill bagi Orang Tua

Bangli Bali -Budaya digital adalah sebuah konsep yang menggambarkan bagaimana teknologi dan internet membentuk cara manusia berpikir berbeda, berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain. Internet menjadi sebuah kebiasaan yang sudah semakin dibutuhkan dalam keseharian tidak terkecuali untuk generasi baby boomer, yaitu generasi yang lebih senior atau lebih tua.
Hal itu dikatakan oleh Yulia Dian, Social Media Specialist dan Content Creator, dalam Webinar Literasi Digital yang digelar oleh Kemkominfo dan Siberkreasi di Kabupaten Bangli, Bali, Selasa 16 November 2021.
“Karena itu kita harus peduli dengan para orang tua kita karena mereka belum terbiasa dengan kemajuan teknologi seperti yang dialami kaum generasi yang lebih muda,” ujar Yulia Dian dalam webinar yang dipandu oleh Jhoni Chandra.
Selain itu, lanjut Dian, generasi senior ini yang biasanya menjadi korban paling banyak mengalami kejahatan di sosial di ruang digital. “Misal saja ditelpon pelaku kejahatan yang mengiming-imingi hadiah,” jelasnya lagi.
Dikatakan Dian juga, sejumlah kejahatan digital hadir menyertai perkembangan kemajuan dunia digital yang manfaat positifnya sudah kita rasakan selama ini. Manfaat perkembangan teknologi itu antara lain mempermudah interaksi antar manusia, munculnya banyak inovasi yang mempermudah semua segi kehidupan dan munculnya media dan aplikasi sebagai sarana pembelajaran.
Selain itu manfaat lain adalah bisa meningkatkan kualitas SDM melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Serta mempermudah untuk meraih pasar internasional.
Untuk mengajarkan banyak hal terkait perkembangan teknologi ini, orang tua amat membutuhkan generasi milenial yang sudah terbiasa berinteraksi dengan internet setiap harinya. Sebab generasi milenial pertumbuhannya sangat bagus walaupun ada beberapa yang sudah masuk atau perilakunya tergolong kecanduan internet.
Karena mereka menghabiskan kurang lebih 8 jam perhari di depan internet. Mereka juga dompetnya tipis bukan karena tidak punya uang tetapi karena mereka biasanya memakai dompet secara digital.
Untuk menularkan atau mengajarkan ilmu kecakapan digital bagi para orang tua dibutuhkan cara pendekatan yang sabar dan tenang. Lalu memakai bahasa yang mudah dan tidak boleh memakai istilah-istilah terlalu kekinian atau ketinggian atau juga perkataan yang misalnya kasar.
“Ajarkan dengan cara yang mudah saja enggak usah dikasih yang terlalu rumit karena itu juga nggak masuk di mereka para orang tua,” katanya.
Selain Yulia Dian, juga hadir pembicara lainnya Josephine Brightnessa, Marketing Manager, I Ketut Dody Arta Karyawan, SH,MH, Owner Law Office Amriha, Sri Rahma Dani sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …