Mengenalkan Budaya Indonesia di Media Sosial

Kepulauan Aru -Beragam budaya Indonesia menggambarkan kehidupan masyarakatnya yang multikultural. Budaya tersebut seperti makanan, tarian, pakaian, adat istiadat, dan lainnya.
Di dunia digital, budaya kita sangat berpotensi untuk dikenal lebih luas lagi bahkan mendunia. Hal ini karena faktor mudahnya berbagi informasi termasuk mengenai budaya. Salah satu platform yang bisa digunakan untuk menyebarkan budaya di era digital ini dengan menggunakan media sosial.
“Ini harus kita terapkan karena semuanya pasti sudah pegang dan punya media sosial,” ungkap Nata Gein sebagai key opinion leader dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Senin (15/11/2021).
Langkah pertamanya ialah mempelajari budaya Indonesia terlebih dahulu. Jadi, kita harus memahami budaya yang ingin kita perkenalkan melalui media sosial. Perkenalkan ciri khas yang belum banyak diketahui oleh banyak orang. Kedua, mencintai budaya Indonesia dari diri sendiri. Menurut Nata, apabila kita tidak mencintai budaya tersebut, kita tidak akan belajar dan berusaha untuk memperkenalkan kebudayaan tersebut.
Ketiga, berpartisipasi aktif dalam kegiatan kebudayaan. Partisipasi bisa berupa pendokumentasian atau membuat konten mengenai budaya di media sosial kita. Konten mengenai budaya juga akan berdampak positif bagi kita dan orang lain. Dalam postingan tersebut, kita bisa menaruh hastag untuk meningkatkan insight dan traffic dari postingan kita mengenai budaya.
“Semua itu harus dimulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu. Kita enggak bisa menyuruh orang lain untuk berbuat seperti itu kalau kita tidak melakukannya,” ujarnya.
Mengenalkan kebudayaan juga tidak terbatas pada pakaian, kuliner, dan tarian dari suatu daerah saja. Nata menuturkan, bahkan ketika kita travelling ke wilayah-wilayah di Indonesia dan mempostingnya di media sosial hal itu sudah termasuk dalam pengenalan kebudayaan. Misalnya, memposting wisata yang belum terekspos atau kita juga bisa memakai musik daerah untuk membuat video di media sosial. Meskipun budaya luar telah masuk ke Indonesia, kita tetap tidak boleh melupakan budaya kita sebagai masyarakat Indonesia.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Senin (15/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Chyntia Andarinie (Founder Mom Influencer ID), Descha Muchtar (Founder Indopinups & CSE Educator), dan Arman Kalean (Akademisi IAIN).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …