Catat, 6 Tren Adaptasi Digital di Era Pandemi Covid-19

Gianyar -Pandemi Covid-19 mengubah seluruh tatanan kehidupan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Salah satunya adalah penggunaan teknologi digital yang semakin masif, karena dibatasinya aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Menurut Gebryn Benjamin , seorang lead creative dan marketing strategy, mau tidak mau masyarakat harus beradaptasi dengan perubahan digital yang terjadi.
“Mau tidak mau, suka tidak suka, memang kita harus beradaptasi dengan penggunaan teknologi digital saat. Soalnya kalau kita menolak menggunakannya, karena malas atau enggan belajar, yang dirugikan kita sendiri,” tutur Gebryn dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah kabupaten Gianyar, Bali, Senin 15 November 2021.
Gebryn mengatakan setidaknya ada enam tren adaptasi digitak di era pandemi Covid-19. Berikut daftarnya.

  1. Belanja online
    Belanja online menggunakan e-commerce atau toko online memang sudah dilakukan sebelum pandemi. Namun pandemi mempercepat pertumbuhan e-commerce secara masif.
    “Jika dulu cuma barang-barang tertentu saja yang dibeli secara online, sekarang semuanya mulai dari kebutuhan rumah tangga, sayur, makanan, hingga baju dan elektronik,” tuturnya.
  2. Pembayaran digital
    Pembayaran digital menggunakan uang elektronik dan dompet digital mempermudah transaksi keuangan.
    “Sekarang zamannya sudah cashless society. Jadi belanja langsung pun bisa bayarnya pakai dompet digital atau uang elektronik,” terangnya.
  3. Teleworking
    Teleworking alias layanan bekerja jarak jauh dari rumah menjadi cara perusahaan tetap produktif, meski kantor ditutup untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.
    “Bahkan tidak sedikit yang akhirnya bekejar sambil liburan. Waktu itu populer juga work from Bali ya, sayang saya belum kesampaian mencobanya,” seloroh Gebryn.
  4. Pembelajaran jarak jauh
    Pembelajaran jarak jauh alias PJJ menjadi solusi bagi sekolah untuk tetap memberikan pendidikan untuk anak.
    “Ini juga dialami anak saya, jadi kelasnya diajar lewat zoom lalu nanti PR dan tugas dikumpulkan lewat email atau whatsapp,” katanya lagi.
  5. Telemedicine
    Telemedicine alias pelayanan kesehatan jarak jauh mempermudah akses mendapat layanan pengobatan bagi masyarakat yang sakit, tanpa perlu datang ke rumah sakit.
    “Sekarang banyak aplikasinya mulai dari Gooddoctor, Halodoc, yang menyediakan konsultasi online juga mengantarkan obat sampai ke depan rumah,” katanya lagi.
  6. Hiburan daring
    Penyedia layanan hiburan daring pun mengalami peningkatan peminat akibat masyarakat yang tidak bisa mencari hiburan di luar rumah.
    “Dulu kalau mau nonton film kan pasti pergi ke bioskop. Sekarang karena sudah ada Netflix, ada Youtube, nonton pun bisa dilakukan dari rumah,” katanya.
    Selain Gebryn, hadir juga dalam webinar ini Fendi (Founder superstar community Indonesia), Putu Supartini (Guru SMP Negeri 1 Denpasar), Putri Masyita (key opinion leader).
    Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …