Soft Skill yang Dibutuhkan Seorang Leader di Era Digital

Bima NTB -Soft skill adalah kemampuan akademik yang harus diasah bagi para pemimpin di era digital agar meningkatkan performa dalam bekerja sehingga sukses dalam berkarir di dunia kerja.
Menurut Raani Wahyuni, S.T, M.T, M.Sc. Kabid PP Sosbud Bapeda Kabupaten Bima dalam Webinar Literasi Digital wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis 11 November 2021, soft skill merupakan kemampuan yang berfokus pada perilaku dan kepribadian.
“Kemampuan tersebut sangat berhubungan dengan kemampuan adaptasi interaksi dan mengatur diri sendiri,” ujar Raani dalam Webinar yang dipandu oleh Tony Thamrin ini.
Lebih lanjut menurut Raani, sejumlah soft skill yang dibutuhkan tersebut diantaranya adalah kepemimpinan, komunikasi, kreatif, inovatif, berpikir kritis, kolaborasi dan time manajemen.
“Terkait manajemen waktu dalam hal ini adalah bagaimana mengatur skala prioritas waktu dipergunakan untuk apa. Apa yang kita jadwalkan kita punya target harus ada manajemennya. Semisal di tahapan ini kita harus melakukan ini dan kemudian waktunya segini,” jelasnya lagi.
Selain itu kita harus memfilter diri kita untuk pertemanan di media sosial. Karena pengguna media sosial berasal dari banyak orang di seluruh dunia dan dari berbagai latarbelakang yang berbeda-beda.
Karena banyak juga pengguna medsos yang memakai hak kebebasan berbicara atau berekspresi tanpa etika. Jadi sebaiknya memilih teman atau follower di medsos yang bisa menularkan vibe positif dan bukan malah menjerumuskan diri kita sendiri ke dalam lingkungan bernuansa negatif.
Hal ini juga dibicarakan oleh Vizza Dara yang menjadi Key Opinion Leader, bahwa kebebasan berpendapat di medsos itu terbatas.
“Kalau kita ingin memposting sesuatu pasti kita mempertimbangkan banyak hal semisal apakah tidak menimbulkan masalah di kemudian hari atau bisa membuat orang marah,” kata Vizza.
Karenanya kita juga bisa memilah mana teman teman di medsos yang tidak berdampak buruh buat kita. Semisal dengan mengendalikan pengaturan sistem. Selain memprivate akun kita, kita juga bisa saja memilih teman yang bisa kita follow dan unfollow.
“Sebaiknya follow akun-akun yang memang yang positif yang bisa menambahkan inspirasi bagi kita. Akhirnya juga mindset kita jadi positif,” jelasnya.
Kalau mau diblokir pun akun-akun yang negatif itu juga bisa. Karena jangan biarkan diri kita terlalu banyak mengkonsumsi hal-hal yang tidak baik yang bisa mengubah mindset kita jadi negatif.
Selain Vizza dan Raani, juga hadir pembicara lainnya yaitu Gebryn Benjamin, Lead Creative Strategi Frente Indonesia, Nico Oliver Penggiat Digital dan Content Creator.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …