Jangan Asal, Pilihlah Media Sosial yang Sesuai dengan Kebutuhan

Ternate Maluku Utara -Hampir semua anak muda saat ini memiliki paling sedikitnya satu media sosial (medsos). Bahkan ada yang punya lebih dari dua atau 3 aplikasi medsos. Menurut Sofia Sari Dewi, Fashion Designer dan Digital Content Creator dalam Webinar Literasi Digital wilayah Ternate, Maluku Utara, Kamis 11 November 2021, setiap platform media sosial memiliki karakteristik masing-masing.
“Boleh saja memakai banyak platform medsos tapi yang harus dipahami adalah apakah semua platform itu memberi kontribusi apa pada diri kita, atau hanya untuk hiburan saja,” ujar Sofia Sari Dewi dalam Webinar yang dipandu oleh Claudia Lengkey ini.
Untuk itulah, lanjut Sofia penting untuk kita ketahui bagaimana memilih sosmed yang tepat untuk kebutuhan pribadi kita. Disamping itu kita juga harus memahami siapa audiens kita dan bagaimana kita mencapai mereka dan tujuan kita.
Semisal saja, kita membuat Linked In yang lebih dipakai untuk urusan profesional kerja dan jaringan bisnis. Harus dipahami juga penempatan foto di Linked In tak bisa kita memakai foto yang sama dengan yang kita pakai di Instagram atau Facebook misalnya yang lebih santai atau informal.
Kelebihan Linked In lainnya adalah kita bisa kasih rekomendasi ke teman kita yang pernah kita ajak kerjasama untuk terhubung dengan sejumlah klien. “Bahkan ada berapa teman yang dapat klien dari luar negeri lewat medsos,” jelasnya lagi.
Saat kita membuka banyak platform medsos, kita akan menemukan yang mana platform yang lebih cocok untuk kita pakai. Atau yang mana yang lebih mendatangkan cuan untuk kita. “Punya semua medsos juga tidak apa apa tapi hati-hati jika follower kita terbilang banyak maka akan diintau oleh predator online. Akun-akun medsos kita bisa dihack dan dijual mahal atau bisa dipakai oleh pelaku dan mempergunakan follower kita untuk kepentingan mereka,” beber Sofia.
Nah untuk mengetahui tanda-tanda kapan akun medsos kita terancam atau tidak aman, kita bisa melihat tanda-tanda awalnya. Di antaranya adalah jika kita sering menerima email pemberitahuan bahwa akun Instagram mau dibobol oleh orang lain. Atau jika kita sering menerima message berupa tautan link dan sering force close atau menutup sendiri saat akan dibuka serta sering menerima komen spam.
Selain Sofia juga hadir pembicara lainnya yaitu Muhammad Faisal Pataha, Dosen Poltekkes Ternate, Fajar Sidik, Zinester & Podcaster dan Denny Abal sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …