Waspadai Risiko File Sharing Gratis

Rote Ndao NTT -Sharing gratis adalah aktivitas membagi atau menyediakan akses data ke media digital di internet kepada orang lain. Data yang dibagi bisa sangat beragam mulai dari program komputer, dokumen, buku elektronik ataupun multimedia seperti gambar video dan audio.
Menurut Dedy Triawan, CEO MEC Indonesia untuk bisa saling berbagi, penyedia berkas harus mengupload berkas ke komputer server terlebih dahulu. Kemudian barulah orang lain bisa mengunduhnya dari komputer server tersebut.
“Ada beberapa metode file sharing yaitu perangkat penyimpanan yang bisa dipindahkan atau portable dan world wide web yang berbasis dokumen hyperlink,” ujar Dedy saat berbicara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Rabu 10 November 2021.
Ditambahkan juga oleh Deddy, ada juga metode dengan pemasangan jaringan server file hosting yang terpusat. Juga jaringan peer to peer (P2P) yang biasanya menggunakan aplikasi. Di jaringan peer to peer ini harus online dua-duanya.
“Teman-teman bisa memilih sendiri di yang mana platform untuk sharing,” imbuh Deddy.
Sementara itu ada juga sejumlah manfaat file sharing yaitu untuk kemudahan dalam berbagi berkas kepada orang lain dan tak terbatas jumlahnya. File sharing juga bermanfaat untuk pengelolaan file jadi lebih mudah dan tidak perlu lagi menyimpan data menggunakan perangkat penyimpanan seperti flash disk, CD ataupun hardisk.
Kalau kita sudah menggunakan yang otomatis otomatis kita jadinya tidak perlu yang fisik. Ditambah lagi bisa membagi berkas dengan ukuran yang cukup besar. Sehinggakita tidak perlu repot lagi ke komputer yang besar.
Meski banyak manfaatnya, tapi kita perlu juga mewaspadai risiko atau ancaman file sharing. Diantaranya adalah bisa tertular program jahat, ancaman privasi hacking dan tuntutan hak cipta atau bajakan.
Selain itu sering kali, file sharing pasti memberikan file yang kita tidak minta, apalagi jika file sharing kita dapatkan secara gratis. Dan malware ini juga sering ditanamkan oleh hacker.
“Nanti biasanya hacker itu mengambil data dari teman-teman, mentakeover. Malware itu bisa beragam fungsinya bisa saja dia diam saja tapi suatu waktu bisa diaktifkan.jadi kalau memang memanfaatkan fitur file sharing, file file yang ada di internet itu usahakan yang berbayar yang ter otentikasi.
Ada beberapa contoh file sharing terbaik yaitu Dropbox cara bikin link MediaFire plus transfer Google Drive files2U, dan lain-lain. “Jadi teman-teman bisa memilih dan jangan pakai semuanya karena akan berat dari sistem manajemennya yang akan membuat bingung sendiri,” katanya.
Selain Deddy, juga hadir pembicara lainnya yaitu Alaika Abdullah, Virtual Assistant &. Digital Content Creator, Kristian Isach, S.Pd, Kepala sekolah SMKN 1 Lobalain dan Chika Mailoa sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …