Pandemi Bikin Orang yang Memiliki Kemampuan Marketing Tinggi Semakin Diminati

Bima NTB -Kemampuan marketing alias pemasaran mengalami peningkatan kebutuhan di masa pandemi Covid-19. Kok bisa?

Hal ini diungkap oleh Gebryn Benjamin, seorang lead creative & marketing strategy, berdasarkan data situs Jobstreet pada tahun 2020 dan 2021.

“Di tahun 2020 pekerjaan pemasaran dan pengembangan bisnis ada di peringkat 4, di bawah IT, keuangan, dan penjualan (sales). Namun di tahun 2021, pemasaran naik menjadi peringkat kedua, melewati IT,” tutur Gebryn dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa 9 November 2021.

Gebryn mengatakan karena adanya kemajuan zaman, kemampuan pemasaran yang paling dicari adalah yang berhubungan dengan digital marketing. Ia menyebut sejumlah alasan mengapa kemampuan marketing alias pemasaran semakin dibutuhkan oleh perusahaan.

Pertama, penggunaan internet yang semakin tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Untuk itu, bagaimana cara memasarkan produk dan jasa lewat internet perlu dimiliki.

Kedua, digital marketing berperan besar dalam memenangkan persaingan usaha. Perusahaan yang memanfaatkan pemasaran lewat internet dengan baik memiliki potensi keuntungan yang lebih besar.

Ketiga, pemasaran lewat internet lebih efektif. Internet tidak mengenal batas dan sangat luas, sehingga promosinya bisa lebih banyak menjangkau masyarakat.

Keempat, kemampuan digital marketing penting karena bisa membukat peluang karier di masa depan, termasuk mengembangkan bisnis sendiri.

“Kebutuhan tenaga yang mengerti digital marketing tidak hanya untuk lingkup usaha di sektor internet saja. Sejumlah sektor lain termasuk pangan, industri otomotif, bahkan pemerintahan pun membutuhkan tenaga digital marketing,” urainya.

Lalu, apa saja kemampuan digital marketing yang dibutuhkan? Menurut Gebryn, setidaknya ada 6 kecakapan digital yang perlu dimiliki seorang digital marketer, yakni:

  1. SEO & WEB: Berfungsi untuk membuat situs atau toko online muncul di halaman pertama mesin pencarian.
  2. Social media: Membuat kampanye menarik yang menaikkan engagement dari followers.
  3. Content & copywriting: Membuat konten tulisan yang menjelaskan produk dan jasa secara singkat, padat, dan jelas.
  4. Email & mobile: Kemampuan mengorganisir pesan yang masuk dan mengolah data konsumen.
  5. Ads & influencer: Menampilkan iklan di situs pencarian dan menggunakan key opinion leader untuk mempromosikan produknya.
  6. Marketplace: Memiliki wawasan dan pengetahuan untuk bisa sukses berjualan di toko online.

Webinar hari ini juga turut menghadirkan Dedy Triawan (CTO MEC Indonesia), Juhda (Kabid Bina Lattas dan HI Disnakertrans Kabupaten Bima), dan Marizka Juwita (key opinion leader).

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …