Pakai Paylater untuk Belanja Online? Ini 5 Tips Agar Tidak Malah Jadi Utang

Mimika Papua -Penggunaan paylater kini semakin populer digunakan masyarakat untuk belanja online. Kemudahan pendaftaran serta pembayaran kredit yang bisa diangsur membuatnya populer.
Ika Febriana Habiba, seorang CX Manager, mengatakan berdasarkan data yang dimiliki Kominfo, 27 persen masyarakat mengaku pernah menggunakan paylater.
“Keuntungan paylater selain cepat dan praktis, juga memiliki banyak promo menarik. Apalagi orang jadi bisa membayar angsur tanpa perlu kartu kredit,” tutur Ika, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Mimika, Papua, Rabu 10 November 2021.
Meski begitu, penggunaan paylater dikatakannya juga memiliki risiko. Misalnya, biaya layanan yang tinggi serta potensi penurunan nilai kredit akibat gagal membayar.
Ada juga risiko perilaku konsumtif yang meningkat, karena menganggap bisa membeli barang terlebih dahulu tanpa perlu membayar.
“Ini bahaya karena paylater bisa jadi utang yang membengkak. Telat bayar kena denda, nggak dibayar-bayar denda makin besar sampai menggunung bahkan melebihi nilai barang yang dibeli,” terangnya.
Untuk itu Ika memberikan sejumlah tips untuk menggunakan paylater yang baik dan bijak serta tidak membuat utang menumpuk. Pertama, membatasi nilai pinjaman. Pastikan barang yang Anda beli sesuai dengan kemampuan finansial Anda.
Kedua, pahami betul kontrak perjanjian dengan penyedia layanan. Memahami kontrak dengan jelas membuat kita paham akan hak dan tanggung jawab peminjaman. Ketiga, segera lunasi cicilan Anda sesuai tenor yang disepakati untuk menghindari denda.
Keempat, perhatikan suku bunga pinjaman. Jangan sampai Anda menggunakan paylater tanpa mengetahui suku bunga dan biaya layanan dan kaget ketika membayar. Kelima, ketahui besaran denda keterlambatan. Pelajari denda untuk menghindari tunggakan membengkak.
“Menggunakan paylater yang baik bisa membantu Anda mengembangkan usaha, sekaligus membantu mengatasi masalah keuangan sementara,” tutup Ika.
Selain Ika, hadir juga dalam webinar hari ini Gebryn Benjamin (Lead Creative Strategy Frente Indonesia), Jeanifer Rachel Olivia Taidi (Owner Caffe Jilid 2 Kopi), serta Adelitas (key opinion leader).
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …