Langkah Cegah Kejahatan Siber

Belu NTT -Selama kurang lebih 2,5 tahun terakhir, perkembangan teknologi digital sangat pesat. Bahkan, media digital saat ini sudah sangat beragam. Dari segi penyimpanan pun saat ini telah menggunakan cloud service secara online.
Gadget kita dan media internet telah memberikan peluang yang sangat luas untuk mengakses dan mengeksplor isinya, segalanya jadi dimudahkan karena digitalisasi ini. Sekarang ini kita sudah sangat dimudahkan ketika ingin mencari sebuah informasi, berbeda dengan zaman dahulu sebelum adanya internet di mana orang mencari informasi di perpustakaan. Namun, di tengah kemudahan itu kita perlu memperhatikan keamanan dalam menggunakannya.
“Kriminalitas yang terjadi di dunia digital itu tidak ketahuan namanya, yang ketahuan itu cuma nomor atau alamat IP. Enggak semudah itu juga untuk menangkap mereka (penjahat siber), karena mereka memasking diri mereka melalui akun atau data palsu,” ungkap Ilham Faris seorang Digital Strategist dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/11/2021).
Tantangannya, kita harus lebih bisa menjaga diri ketimbang mencari solusi ketika terjadi kejahatan. Akan tetapi, kita juga harus memahami bahwa ada prinsip-prinsip yang perlu diterapkan di dunia digital. Di antaranya, cerdas berinternet, hati-hati dalam berbagi, berkomunikasi secara bertanggung jawab, cermat berinternet, jaga rahasia dan privasi, serta berani berinternet. Keamanan digital ialah kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, dan meningkatkan terkait keamanan di ruang digital dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita enggak punya kemampuan keamanan digital itu, kita dalam kondisi bahaya,” ujarnya.
Beberapa bentuk kejahatan siber yang sering masuk ialah SMS atau pesan spam berbentuk tawaran. Biasanya pada pesan tersebut terdapat link yang berpotensi mengarah pada phising atau virus untuk mengambil data pribadi hingga merusak perangkat kita. Ilham menyampaikan, pada saat memasuki dunia digital, data diri kita merupakan sebuah produk yang bisa diperjual belikan.
Langkah menguranginya dengan melakukan hal-hal baik di ruang digital. Hindari menyebarkan data pribadi di ruang publik, seperti sertifikat vaksin, ktp, dan sebagainya. Jangan gunakan wifi publik untuk melakukan transaksi, serta jelajahi situs-situs terpercaya dan aman (https). Gunakan juga password yang sulit dan diganti secara berkala.
Untuk melaporkannya, kita bisa mengakses situs patrolisiber.id atau tunbackhoax.id untuk hoaks hingga penipuan di dunia siber. Kita juga bisa mendatangi kantor polisi dengan melampirkan bukti-bukti yang lengkap.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Belu, NTT, Rabu (10/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Nico Oliver (Penggiat Digital), Septoriana Maria Nino (Dosen Kajian Sastra dan Budaya Universitas Timor), dan Ainun Auliah (Key Opinion Leader).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …