10 Jenis Penipuan Online yang Sering Terjadi di Indonesia

Timor Tengah Utara -Kejahatan dunia maya atau cyber crime umumnya mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer sebagai unsur utamanya. istilah ini juga digunakan untuk kegiatan kejahatan tradisional di mana komputer atau jaringan komputer digunakan untuk mempermudah atau memungkinkan kejahatan itu terjadi.
Menurut Descha Muchtar, Founder Indopinups & CSE Educator dalam Webinar Literasi Digital Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Senin 8 November 2021, ada banyak jenis penipuan online yang kerap terjadi.
“Tercatat ada lebih dari 100 jenis penipuan yang dapat dilakukan secara online yang terjadi di seluruh dunia hampir semua penipuan ini berawal dari proses Phishing,” ujar Descha dalam webinar yang dipandu oleh Kika Ferdind ini.
Sementara itu, lanjut Descha, jenis penipuan online di Indonesia yang kerap terjadi setidaknya ada 10 yaitu:

  1. Penipuan pelelangan
    Modus penipuan ini melalui situs atau media sosial pelelangan palsu. Pelaku akan menawarkan berbagai jenis barang yang biasanya diproduksi terbatas atau limited edition atau produk bermerek lainnya.
    Seperti pada proses lelang pada umumnya pelaku akan membuka penawaran (bid) dan korban membeli dengan penawaran tertinggi. Setelah korban membayarkan sejumlah uang pelaku akan menghilang atau mengirimkan barang palsu.
  2. Counterfeit Gift/Undian berhadiah palsu
    Modus penipuan yang satu ini sudah sangat sering ditemukan di dunia online. Munculnya informasi mengenai undian berhadiah sering tampak di layar gadget saat kita sedang melakukan aktivitas dunia maya.
    Aksi modus ini sangat sederhana pertama-tama para korban diajak untuk bergabung lebih dulu di situs undian online dengan iming-iming hadiah yang sangat besar. Lalu para korban disuruh mengisi identitas diri nama usia tanggal lahir jenis kelamin dan lainnya. Tidak sampai disitu para korban nantinya akan disuruh untuk mentransfer sejumlah uang sebagai biaya pendaftaran sebelum akhirnya ikut undian.
  3. Penipuan layanan pelanggan yang dilakukan dengan cara share login info yaitu suatu bentuk tindakan penipuan dengan mencuri informasi sensitif terkait akun jasa keuangan Anda seperti PIN OTP dan password. Serta share care info yaitu suatu bentuk tindakan penipuan dengan mencuri informasi data data kartu.
  4. Pencurian identitas
    Dalam pencurian identitas informasi pribadi anda dicuri oleh penipu melalui internet dan digunakan untuk membuat akun media sosial untuk mengajukan pinjaman pribadi atau kartu kredit dengan bank. Ketika pinjaman dicairkan atas nama Anda Anda akan bertanggung jawab untuk pembayarannya.
  5. Job scam/Penipuan pekerjaan yaitu mengajak bekerja sama berapa jam dari rumah. Untuk mendaftar pencari kerja akan diminta untuk menyetor sejumlah uang untuk peralatan kerja setelah uang disetorkan perusahaan menghilang.
  6. Loans Fraud/Penipuan pinjaman online. Dalam banyak kasus kejahatan dengan modus pinjaman online ini kerap dilakukan melalui sambungan telepon atau melalui website dan terkesan resmi.
  7. Ponzi Schemes/Penipuan skema ponzi atau MLM. Penipuan skema ponzi sering dilakukan dengan modus multi level marketing atau MLM biasanya dalam bentuk usaha koperasi simpan pinjam secara online yang menjanjikan keuntungan lebih dari bunga bank.
    8.Romance Fraud/ Dukun berkedok asmara. Sekali orang biasanya korbannya yang memiliki dating aps. Saat ini banyak yang menggunakan aplikasi online dating untuk menemukan jodoh orang asing tapi aplikasi ini juga merupakan lahan menipu anggota sindikat human trafficking.
    9.Shopping Fraud/ Penipuan belanja online.
    Selanjutnya ini adalah salah satu penipuan internet terbesar sejak beberapa tahun terakhir. Penipuan dengan membuat portal belanja online palsu. Dalam website mereka menampilkan produk yang menarik dengan harga yang sangat murah. Tapi setelah transaksi selesai dilakukan penipu akan mengirimkan produk palsu atau bahkan produk tidak dikirim sama sekali.
  8. Social media scam/Penipuan sosial media.
    Berawal dari pencurian data pribadi melalui proses Phising. Pelaku akan membuat sejumlah akun media sosial palsu yang menggunakan identitas anda untuk menipu lebih banyak orang lagi di sosial media.
    Selain Descha juga hadir pembicara lain yaitu Gebryn Benjamin, Lead Creative & Marketing Strategy, Oktovianus Tahoni, S.Pd, Guru Behasa Indonesia SMA Katolik Warta Bakti Kefamenanu dan Putri Masyita sebagai Key Opinion Leader.
    Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …