Kualitas Diri Bisa Ditentukan dengan Jejak Digital di Medsos

Gianyar Bali -Seiring perkembangan dunia digital yang semakin pesat, sepatutnya sejalan dengan penerapan etika digital. Etika penting semua konten yang diunggah bisa diakses oleh siapa saja.
Menurut I Putu Gede Abdi Sudiatmika, S.PD, M.Kom, Dosen dan Penggiat IT Bali dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat 5 November 2021, etika di dunia digital penting karena kualitas diri kita ditentukan juga oleh jejak digital yang kita tinggalkan.
“Kerapkali orang menilai digital orang lain dari jejak digital yang ada di ruang digital yang bersangkutan. Bahkan saat ini sudah lumrah dalam sebuah perusahaan, bagian HRD menilai calon karyawannya lewat jejak mereka dalam medsos yang dimiliki,” ujar Putu Gede dalam webinar yang dipandu oleh Jhoni Chandra ini.
Etika juga penting karena pergaulan di dunia digital sangat luas apalagi sekarang kita semuanya beraktifitas di dunia digital karena pandemic. Selain itu gaya hidup masyarakat di era global mengalami perubahan sehingga etika digital diperlukan sebagai rambu-rambu kebebasan berekspresi yang kadang kebablasan.
“Terpaan komunikasi di era global juga membawa pengaruh sangat luas. Semisal saja juara bulutangkis dunia, saat euphoria kemenangan biasanya jejak digital bertahun-tahun lalu kembali diungkap dan diberitakan. Jika mereka memiliki rekam jejak yang biasa mungkin akan tetap terlihat baik, namun bagaimana jika ada jejak yang negative? maka semua orang akan tahu,” imbuhnya lagi.
Ditambah lagi globalisasi dapat mengancam memudarnya sistem nilai masyarakat pada segala aspek kehidupan, sehingga etika sangat penting di sosmed.
Untuk itu ada beberapa hal yang wajib diperhatikan dalam bermedsos, diantaranya adalah soal privasi, akurasi dan properti. Kita harus selektif tentang apa yang harus kita share dan apa yang harus kita publikasikan diri kita dan orang lain.
Jangan mengumbar informasi pribadi secara berlebihan ke sosmed seperti alamat, telepon, status, nomor kartu kredit ataupun masalah pribadi. Hal ini jika tersebar di ruang publik bisa membahayakan seperti menyebabkan bullying, peretasan, terror, penipuan atau pencurian identitas.
“Contoh saja beberapa hari lalu bahkan seorang Najwa Shihab harus menayangkan pengumuman tentang data dirinya yang dicuri dan dipergunakan oleh orang-orang tak bertanggungjawab yang meminta bantuan sosial mengatasnamakan dirinya. Karenanya baik di dunia nyata maupun di dunia digital kita harus sangat berhati-hati,” jelasnya lagi.
Selain Putu Gede juga hadir pembicara lain yaitu Nurul Amalia, Pramugari Saudi Airlines, Digital Content Creator dan Forex Trader, Chyntia Andarinie, Founder Mom Influencer.ID dan Marizka Juwita sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …