Pakar Jelaskan Alasan Mengapa Hoaks Mudah Diterima Warganet

Jayapura Papua -Agama kerap dijadikan alat untuk menyebarkan hoaks atau berita bohong. Hal itu dikatakan oleh Ketua Bidang Koperasi dan UMKM HAPI, M Dedi Gunawan.
Dedi menyinggung bagaimana maraknya unggahan bernada agama di media sosial, namun dengan tendensi yang negati. Misalnya unggahan yang memaksa warganet untuk menyukai atau mengamini sebuah postingan, yang jika tidak dilakukan, disebut dapat menimbulkan musibah.
“Tidak ada dalilnya kalau tidak meneybarkan sebuah postingan bakal dapat musibah atau dapat neraka, padahal kita tidak tahu apa benar atau salah. Ini yang banyak terjadi pada penerima hoaks. Mereka terpancing dan kemudian menyebarkan hoaks tersebut,” kata Dedi Gunawan saat berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Jayapura, Papua, Kamis (4/11/2021).
Dalam paparannya, ia menekankan bagaimana hoaks bekerja terutama jika hoaks tersebut sesuai dengan opini dan sikap orang yang dimiliki. “Misal percaya bumi datar, makan saat menerina artikel secada, naluri orang tersebut mudah percaya karena mendukung teori yang diyakininya,” tambah Dedi Gunawan.
Setidaknya, lanjut Dedi, masyarakat yang menerima dan memercayai hoaks akan merasakan hal positif dalam dirinya, hingga timbu perasaan jika opini dan keyakinannya mendapat afirmasi. “Tidak peduli informasi yang diterima benar atau salah,” katanya.
Lalu, bagaima cara mengindetifikasi berita hoaks?
Dedi Gunawan melanjutkan, setidaknya ada enam cara identifikasi hoaks atau berita bohong. Keenam itu adalah;

  1. Judul yang provokatif
    Berita hoaks umumnya dibumbui dengan judul yang sensasional dan provokatif. Hingga kadang dengan sengaja, secara langsung menuding pihak tertentu.
    “Apabila kita menemukan berita dengan judul provokatif, sebaiknya cari referensi lain yang serupa terutama dari platform berita online resmi.”
  2. Tidak ada sumber referensi
    Berita hoaks umumnya tidak memiliki sumber resmi. Kalau sudah begitu, informasi yang tersedia merupakan ciri-ciri berita yang diragukan kebenarannya.
  3. Too good to be true atau too bad to be true
    Jika informasi yang disampaikan terlalu bagus untuk jadi kenyataan atau terlalu buruk untuk jadi kenyataan, perhatikan isiany. Informasi ini biasanya dibuat pegiat pesan yang ingin menyebarkan berita bohong.
  4. Manipulasi gambar atau video
    Pastikan keaslian foto. Pembuat berita bohong bisa melakukan trik candid foto yang tujuannya memprovokasi. Ingat, bukan hanya konten teks yang bisa dimanipulasi tapi juga foto dan video.
  5. Cermati alamat situs
    Selalu cermati alamat situs apakah diperoleh dari web atau link resmi. Amati juga URL-nya jika bukan dari situs institusi pers berita resmi, abaikan.
    “Di Indonesia, terdapat 4300 ribu situs sementara ya g terverofikasi sebagai platform berita resmi tidak sampai 300. Maka dari itu, ada puluhan ribu situs berpotensi menyebarkan berita bohong,” tambah Dedi Gunawan.
  6. Perikas fakta
    Hal lain yang perlu dicermati adalah perbedaan berita fakta. Dengan kita bisa mengidentifikasi kebenaran, kita bisa mencegah informasi itu benar atau salah.
    Selain Ketua Bidang Koperasi dan UMKM HAPI, M Dedi Gunawan, hadir pula dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Jayapura, Papua, Kamis (4/11/2021) yaitu seorang guru bernama Muhammad Syaifulloh, Chyntia Andarinie, Founder Mom Influencer ID dan Nard Geisha sebagai key opinion leader.
    Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …