Sisihkan Minimal 10% Penghasilan untuk Menabung

Bangli Bali -Di tengah maraknya e-commerce, yang menawarkan banyak kemudahan untuk konsumen memilih barang-barang atau jasa yang dibutuhkan, perlu keputusan bijak agar kondisi keuangan tak ‘sakit’. Kita perlu berjaga-jaga untuk kondisi terburuk sekalipun agar kebutuhan hidup akan tetap terjaga.
“Dalam kehidupan saat ini apapun yang kita lakukan harus melalui banyak pertimbangan, semisal bagaimana kita bisa memilah mana yang lebih harus didahulukan menabung atau belanja online,” kata Reza Aditya sebagai Key Opinion Leader dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bangli, Bali, Kamis 4 November 2021.
Lebih lanjut, Reza juga menjelaskan tentang manfaat menabung, diantaranya adalah agar menjamin kestabilan ekonomi. Karena hidup tidak ada yang tahu, besok hujan apa panas, besok kita masih kerja atau tidak.
Atau pun besok kita bisa sakit dan kita tidak tahu pasti masa depan sehingga kita perlu planning untuk hari-hari kita ke depan dan itu adalah sangat penting.
“Kita harus menyiapkan untuk bisa menyisihkan harta kita dan posisikan harta kita atau penghasilan kita minimal 10% untuk tabungan,” ujar Reza Aditya dalam webinar yang dipandu oleh Claudia Lengkey ini.
Dikatakan juga oleh Reza bahwa menabung juga dibutuhkan untuk kesiapan dana untuk hal-hal yang tidak terduga. Misal kita sakit dan tidak punya asuransi pasti kita harus memakai uang tabungan. Selain itu dengan menabung maka kita tidak perlu khawatir saat pensiun.
“Menabung juga untuk mencegah berhutang, ataupun jika sangat butuh uang besar, minimal kita punya tabungan hutangnya tidak akan begitu besar. Selain itu kita juga bisa lebih hemat. Karena kita biasanya membeli hal-hal yang tidak begitu penting yang bisa membuat barang-barang jadi mubazir,” terangnya.
Juga, menabung bisa membuat kita belajar disiplin karena kalau kita tidak komit sama diri sendiri, kita tidak akan bisa menabung. Ketika kita bisa menabung, saya yakin di sana ada personal yang mampu disiplin dengan dirinya sendiri.
Kita juga bisa memilih jenis tabungan untuk jangka pendek atau jangka Panjang. Misalnya kita bisa menabung jangka pendek untuk untuk rencana travelling. “Misal saya mau pergi liburan ke Bali biasanya saya bedakan ATM uang untuk tabungan dan uang ATM saya pakai uang keperluan saya sehari-hari. Makanya saya menabung untuk pergi ke sana selama 3 bulan dan di bulan ketiga baru bisa saya pergi ke sana .
Sedangkan menabung Jangka Panjang semisal dengan membeli produk asuransi yang menjual dana pensiun. Misalnya menabung sebulannya satu juta untuk dana pensiun nanti bisa dicairkan di umur pensiun kita.
Selain Reza juga hadir pembicara lainnya yaitu Ilham Faris Digital Strategist, Nurul Amalia, Pramugari Saudi Airlines, Digital Content Creator dan Forex Trader dan I Gede Eka Putra Adnyana, S.Pd, Guru SMA Negeri 1 Kintamani.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …