Orang Tua Perlu Brainstorming dengan Generasi Baru di Era Digital

Denpasar Bali -digital saat ini memang miliknya anak muda, para orang tua rasanya sulit bersaing dalam dunia produktif yang lajunya sangat cepat. Harus diakui oleh kaum orang tua terkait soal teknologi bahwa saatnya dunia berbalik, dulu mengajari sekarang diajari.
Cokorda Istri Wulan Maheswari, S.Kom, Content Creator dan Student Council’s Mentor dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Denpasar, Bali, Rabu 3 November 2021 mengatakan bahwa faktor usia menentukan literasi digital.
“Perlu komunikasi dan brainstorming dengan generasi yang lebih muda, seperti milenial atau generasi Z. Pun demikian, generasi millenials mau tidak mau juga harus aktif memberi arahan dan bimbingan pada orang tua yang ingin aktif dan produktif di zaman sekarang ini,” ujar Cok Wulan dalam webinar yang dipandu oleh Roni Armes ini.
Lebih lanjut kata Cok Wulan, sebagaimana dulu orang tua mengajari kita untuk bicara menulis dan segala ilmu dasar yang sangat penting bagi kita, maka sekarang saatnya memberi kembali untuk mengajari para orangtua.
“Jangan segan berbagi ilmu apalagi dengan generasi yang lebih senior atau orang tua,” imbuhnya.
Diharapkan bagi generasi muda milenial dan Gen Z itu untuk tetap memberikan efek kepada generasi sebelumnya atau minimal memberitahukan bagaimana mencari ilmu yang benar.
Hal ini juga terkait dengan konsep Jembatan ilmu sebab jarak antara satu generasi dengan generasi yang lain tentunya juga membawa perbedaan persepsi tentang sesuatu termasuk teknologi. “Apa yang dipandang penting oleh satu generasi belum tentu dianggap penting juga oleh generasi lainnya,” imbuhnya lagi.
Generasi baby boomer dan generasi X yang saat ini harus bergelut dengan teknologi yang jauh berbeda dengan kondisi mereka dulu. Mereka dipaksa untuk belajar teknologi entah karena tuntutan karir atau peningkatan kualitas komunikasi dengan keluarga mereka yang lebih muda.
On the other side, jika jarak ini bisa dipandang dengan bijaksana maka sesungguhnya ini adalah ruang untuk mendekatkan lintas generasi. Yang mudah membantu orang tua dan yang tua memberi pertimbangan pada yang muda.
Selain Cok Wulan, jua hadir pembicara lainnya yaitu Chris Jatender, KAprodi IT STTI, Astried Finnia Ayu Kirana, Managing Director PT Astrindo Sentosa Kusuma dan Denny Abal sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …