Belajar Mengelola Prioritas Pemakaian Internet

Ambon Maluku -Perkembangan dunia internet saat ini semakin meluas. Untuk itu perlu kecakapan penggunanya untuk bisa mengelola prioritas mana yang harus didahulukan saat berada di depan internet. Sebab banyak pengguna internet membuang-buang waktu untuk sekedar mencari hiburan di dunia internet.
Padahal banyak hal-hal positif yang bisa dimanfaatkan dalam ruang digital lewat internet untuk meningkatkan kualitas hidup.
Menurut Gebryn Benjamin, Lead Creative & Marketing Strategy dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Ambon, Maluku Jumat 29 Oktober 2021, salah satu faktor penyebab yang membuat banyaknya pengguna menjadi korban dampak negatif internet adalah karena kesadaran yang rendah.
“Selain kesadaran yang rendah, juga literasi digital yang tidak cukup meskipun fasilitas dan akses sudah sangat mudah,” ujar Gebryn dalam webinar yang dipandu oleh Tony Thamrin ini.
Misalnya saja, lanjut Gebryn, jika di kantor ada akses internet, yang dilakukan karyawan malah lebih banyak membuka buka media sosial (medsos), padahal seharusnya waktunya dipergunakan untuk bekerja dan sesuatu yang lebih positif.
Atau misalnya lagi anak kecil yang memakai wifi bukan buat belajar tapi lebih banyak untuk membuka medsos dan main game. “Hal ini disebabkan karena kurangnya pengawasan orag tua sehingga anak jadi kecanduan game di gadget ataupun kecanduan medsos.
Untuk itulah perlunya mengelola prioritas penggunaan internet untuk menciptakan internet yang sehat. Hal itu bisa dicapai dengan beberapa cara diantaranya adalah dengan memperbanyak literasi digital seperti zoom yang digelar Siberkreasi ini.
“Literasi digital ini gunanya untuk memperbanyak self awareness kita dan supaya pemahaman akan dunia digital masyarakat tinggi,” jelasnya lagi.
Selain itu kita juga harus cek dulu info berita, Link dan email yang bisa jadi akan menipu. Pilah mana yang benar mana yang menipu. Hal ini bisa kita lakukan jika kita memperbanyak membaca dan bertanya. Untuk itu jangan malam untuk membaca apapun yang menjadi syarat link link tersebut dan jangan hanya klik setuju saja.
“Jika tidak tahu, jangan ragu untuk bertanya. Jika ingin menyebarkan konten atau berita kita harus berpikir dulu apakah konten itu bermanfaat atau tidak. Jika tidak bermanfaat cukup stop sampai di diri kita saja. Apapun itu jika tidak ada manfaat untuk orang banyak stop saja dan kelola prioritas internet hanya untuk hal positif,” bebernya lagi.
Belajar mengelola prioritas internet hanya untuk hal positif diperlukan biar kita tidak buang-buang waktu. Jika dirasa sulit maka harus belajar sedikit sedikit berproses. Jangan follow akun yang tidak bermanfaat, hanya follow akun yang bermanfaat saja yang bisa memberikan aspirasi inspirasi informasi baik, pelajaran, pengetahuan. “Jangan akun yang bikin kita kesel, kita emosi bikin dan jangan follow akun-akun gosip,” katanya.
Selain Gebryn juga hadir pembicara lainnya adalah Gabrilianty Nastiti, Spv Accounting Analyst, Inda Ulfa Mansyur, Ketua PKC PMI Maluku dan Sondang Pratama seorang Sutradara Sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …