Marketplace Horisontal Berbeda dengan Marketplace Vertikal

Kupang NTT -Pemanfaatan ruang digital sebagai wadah untuk berpromosi dan memperkenalkan produk barang atau jasa pada UMKM saat ini semakin banyak saja. Menurut Adji Srihandoyo, Business Development Director Koperasi JAsa Tri Capital Investama (TC Invest) dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin 1 November 2021, para UMKM yang telah merambah dunia digital atau yang sudah terdigitalisasi juga luar biasa.
“ Apalagi para UMKM tersebut sudah banyak yang memanfaatkan marketplace untuk berdagang. Marketplace yang paling banyak dipergunakan adalah Shopee sebesar 82 persen. Jumlah itu menggunakan Shopee sebagai markas untuk memasarkan produk mereka,” ujar Adji dalam webinar yang dipandu oleh Tony Thamrin itu.
Lebih lanjut, kata Adji, asa beberapa jenis marketplace. Diantaranya adalah horizontal marketplace dan vertical marketplace.
Horizontal marketplace merupakan tempat menjual berbagai produk dengan kategori yang berbeda-beda. Tokopedia dan Bukalapak masuk ke dalam jenis ini. Berbagai macam jenis produk bisa ditemui di sini seperti furniture, makanan,baju, mainan anak, gadget dan masih banyak lagi. “Biasanya horizontal marketplace menampilkan dirinya sebagai toko serba ada,” imbuh Adji.
Sementara vertical marketplace berbeda dengan jenis horizontal karenal vertikal marketplace lebih bersifat spesialis. Produk yang dijual merupakan produk-produk dari satu jenis yang sama.
Misalnya, penjual keperluan bayi atau sepatu. Penjual yang memilih berjualan di vertikal marketplace bisa menunjukkan produknya dengan lebih baik. Pengunjung akan digunakan mencari barang yang diinginkan dan bisa lebih fokus.
Terkait marketplace ini menurut hasil survei katadata insight Center (KIC) di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta diketahui bahwa Shopee adalah marketplace yang menyumbang omzet yang paling tinggi lalu disusul oleh Tokopedia.
Ada 57% UMKM yang menilai Shopee menyumbang omzet atau nilai penjualan terbesar dibanding marketplace yang lain. Untuk para UMKM yang ingin berjualan di marketplace, ada sejumlah persiapan yang harus dipenuhi. Yaitu persiapan konten, menentukan marketplace yang pas buat produk kita dan pelajari rupa-rupa promosi yang disediakan.
Selain itu yang juga penting sebagai persiapan lanjutan adalah memakai ekspedisi yang tepat dan pastikan kemasan aman dan menarik serta memiliki rekening khusus usaha.
Selain Adji juga hadir pembicara lainnya yaitu Yulia Dian, Writer, Social Media Specialist dan Content Creator, David Ranlyns E.Selan, SE, MM, Rektor Universitas PErsatuan Guru 1945 NTT dan Fitriyani sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …