Kebebasan Bereskresi Tidak Berisi Ajakan Permusuhan, Kebencian atau Kekerasan,

Lombok Tengah -Kebebasan berekspresi di ruang digital harus disertai juga dengan pemahaman akan tanggungjawab. Hak-hak tadi ada pembatasan terhadap pelaksanaan kebebasan berekspresi tadi.
Hal itu dikatakan oleh Dr. Zunnuraeni, SH, MH, Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin 1 November 2021. Dikatakannya bahwa ada sejumlah hal yang menjadi pembatas kebebasan berekspresi diantaranya setiap propaganda yang bertujuan untuk melakukan perang.
“Sebab Ini harus dilarang oleh hukum dan bukan bagian dari kebebasan berekspresi,” ujar dosen yang biasa dipanggil Reny ini dalam webinar yang dipandu oleh Kika Ferdind.
Selain itu ada juga dukungan terhadap kebencian berbasis SARA. Permusuhan kekerasan setiap bentuk hal hal yang mendukung kebencian terhadap SARA yang menimbulkan diskriminasi permusuhan kekerasan bukanlah kebebasan berekspresi.
Kebebasan berekspresi juga dibatasi oleh keamanan nasional, keselamatan publik, pencegahan kejahatan, perlindungan kesehatan atau moral. Banyak contohnya tentang kasus gugatan seorang warga terhadap pemerintahnya atau institusi yang membatasi kebebasan hak berekspresi mereka. Tetapi warga tersebut tetap tak bisa memenangkan gugatannya karena atas dasar hukum yang berlaku terbukti bahwa kebebasan berekspresi mereka mengandung unsur menyebarkan kebencian terhadap orang lain.
Meskipun masyarakat bisa menggugat jika negara melanggar hak asasi mereka seperti hak kebebasan berekspresi tapi jika kebebasan berekspresi tadi berisi sejumlah hal-hal yang dilarang maka kasusnya akan seperti kasus-kasus tadi,
Reny mencontohkan kasus di Belgia saat seorang anggota Dewan yang bernama Daniel yang dipecat karena menempelkan pamflet bersisi ujaran kebencian terhadap tokoh agama tertentu. Saat dipecat dan dihukum pelayanan publik, ia menganggap pemerintahnya memberangus kebebasannya berespresi. Lalu ia mengajukan gugatan. Tapi putusan pengadilan berkeberatan dengan gugatannya karena kebebasan berekspresi yang dikatakannya itu bukanlah kebebasan berekspresi karena menebarkan kebencian kepada agama tertentu.
Sementara di Indonesia, ada Undang-Undang ITE 2008 nomor 11 pasal 27-37. Pasal-pasal ini mengatur beberapa hal yaitu: Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diakses informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
Selain itu berisi juga ayat setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumentasi elektronik yang memiliki muatan perjudian.
Juga setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik.
Serta setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat di akses informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan atau pengancaman.
Selain Reny juga hadir pembicara lainnya yaitu Nico Oliver, Penggiat Digital & Content Creator, Gebryn Benjamin, Lead Creative Strategy Frente Indonesia dan Wicha Riska sebagai key opinion leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …