Perubahan Interaksi Sosial di Masyarakat adalah Sebuah Keniscayaan

Malaka NTT -Meningkatkan pembelajaran pada masyarakat tentang pengetahuan masyarakat tentang literasi digital melahirkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan teknologi digital. Hal ini diperlukan dalam rangka menyikapi perubahan interaksi sosial di masyarakat yang semakin bergulir saat ini.
Menurut Marianus Saldahan Neno, S.Fil, MM Dosen Undana dalam Webinar Literasi Digital wilayah Malaka, Nusa Tenggara Timur, Rabu 27 Oktober 2021, saat ini seluruh masyarakat di dunia mengalami sebuah perubahan ke arah digital.
“Tidak ada sesuatu di abad ini yang bersifat tetap abadi selain perubahan itu sendiri (herakleitos). Perubahan-perubahan ini merupakan sebuah proses untuk ke arah yang lebih baik karena mempermudah kehidupan manusia,” ujar Neno dalam webinar yang dipandu oleh Yulian Noor ini.
Perubahan dalam peradaban ini sejak lama terjadi dan buah dari perubahan juga perkembangan IPTEK. Dengan tahap-tahap peradaban dari revolusi 1 sampai dengan revolusi industri 4.0. Era peradaban saat ini berhubungan dengan informasi teknologi, otomatisasi teknologi cyber, dan teknologi-teknologi cerdas yang dapat berhubungan dengan segala aspek kehidupan manusia.
Perubahan ini memunculkan masyarakat digital berikut peluang dan tantangannya. Masyarakat digital adalah satu corak berinteraksi dengan menggunakan teknologi digital. Masyarakat digital ditandai juga dengan network society atau masyarakat jejaring tiga masyarakat produktif efisien dan efektif serta manusia abad 21.
“Ciri-ciri masyarakat digital menurut Manuel Castells juga ditandai dengan keberadaan digital citizenship yaitu pelayanan publik dan kontribusi masyarakat semisal keberadaan paspor KTP NPWP yang bisa diakses lewat digital,” imbuhnya.
Ditambah lagi dengan keberadaan digital lifestyle yaitu aktivitas sehari-hari berkomunikasi dan mencari informasi lewat media sosial, aplikasi aplikasi digital commerce dan aktivitas ekonomi perdagangan online shop lewat digital marketing.
Contohnya di Kupang juga bagaimana orang memanfaatkan media sosial sebagai media promosi menu andalan kuliner-kuliner, jual anak babi, peternak babi Kota Kupang. “Dan marketing lewat pemanfaatan teknologi digital efektif atau lewat marketplace ini contoh yang bagus sekali untuk tingkatkan,” jelasnya lagi.
Ada tingkatan masyarakat digital yaitu ada yang masih berkembang yang disebut emerging digital sosial atau masyarakat digital yang sedang berkembang ditandai dengan menggunakan mobile banking. Yang kedua adalah transitioning digital society yaitu transisi masyarakat digital dengan ditandai memakai tagihan listrik, pajak, hasil cek kesehatan melalui smartphone.
Selanjutnya adalah advance digital society yaitu masyarakat digital yang sangat maju seperti sudah menggunakan CCTV, BMKG, robot dan lain-lain.
Selain Neno juga hadir pembicara lainnya yaitu Anggie Setia Ariningsih, CEO Fintech P2P Lending, Ika Febriana Habibas, CX Manager dan Masra Suyuti sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …