Kenali Paperless Transaction dan Manfaat Penggunaannya

Karangasem Bali -Dalam konteks transaksi digital, paperless transaction adalah metode transaksi yang pencatatannya dilakukan secara digital. Media tukar biasanya tanpa alat tukar fisik (kertas) dan perangkat elektronik digunakan sebagai pengganti catatan.
Menurut Josephine Vannia Brightnessa, Marketing Manager Digital App dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu 27 Oktober 2021, penggunaan paperless transaction saat ini lebih disukai karena berbagai pertimbangan.
“Paperless transaction dirasakan lebih efisien, higienis dan cepat serta mudah,” ujar Josephine dalam webinar yang dipandu oleh Eddie Bingky ini.
Lebih lanjut kata Josephine ada beberapa fitur paperless transaction yang sering digunakan di Indonesia yaitu QR code untuk melakukan pembayaran, Investasi. “Hal yang harus diingat terkait investasi adalah jangan sampai ngutang untuk investasi, itu adalah suatu konsep yang salah,” ujarnya.
Selain itu ada juga transfer antar bank yang bisa dilakukan dengan handphone kita dengan jaringan internet saja dan tidak perlu harus ke ATM. Juga ada online shop yang merupakan salah satu paperless transaction yang sering digunakan di Indonesia.
“Apalagi sekarang online shopping sudah menjadi lifestyle kita apa-apa kalau beli pakai online shop aja. Bisa beli sayur, beli obat tak perlu ke apotek ataupun beli makanan jadi memang fitur ini sering digunakan di Indonesia dan berkembang setiap tahunnya,” bebernya lagi.
Yang berikutnya adalah membayar tagihan, bank Pre-paid Card, mobile wallet dan lainnya. Bank Pre Paid Card atau dikenal kartu e-money dikeluarkan oleh bank seperti kartu debit namun harus dilakukan top up saldo. Bisa melalui commerce atau secara offline kalau di Jakarta bisa juga top up di stasiun stasiun MRT stasiun stasiun busway jadi bisa dilakukan secara offline atau bisa melalui ATM. Dan yang penting adalah harus punya dan harus di top-up kalau tidak tidak mendapat ya tidak bisa.
Sementara Mobile Wallet adalah metode pembayaran dengan menggunakan app. Ini juga harus di top up atau disambungkan dengan debit atau kredit card. Dan ini bisa untuk melakukan pembayaran menggunakan QR code.
Contohnya: Ada ovo ,dana, go-pay, shopee pay dan link aja. Sebenarnya untuk bisa melayani mobile wallet ini bisa bikin aplikasi mobile wallet dan harus izin dengan Bank Indonesia dan di sini tidak murah dan mudah.
Selain Josephine juga hadir pembicara lain yaitu I Putu Yoga Laksana, S.Pd, M.Pd, Dosen Politeknik Negeri Bali, Yazid Yanwar, Founder Meraki Agency dan Putri Masyita sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …