Pentingnya Transaksi Digital di Era Pandemi

Denpasar – Transaksi digital saat ini sudah mulai banyak dikenal dan dipakai oleh masyarakat. Apalagi di masa pandemi, transaksi digital menjadi salah satu keharusan dalam upaya membantu menerapkan protolol kesehatan untuk mempercepat pemulihan dari pandemi.
Ainun Auliah, Key Opinion Leader dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Denpasar, Selasa 26 Oktober 2021, mengatakan bahwa dengan adanya transaksi digital ini bisa mengurangi aktivitas berkumpul bersama seseorang orang dan memutus rantai penyebaran covid 19.
Memasuki era digital seperti saat ini, pemerintah mulai mendorong transaksi non-tunai di kalangan masyarakat maupun lingkungan pemerintahan. Penggunaan transaksi non-tunai pun mengalami perkembangan yang positif. Sistem transaksi non-tunai mulai diperkenalkan ke publik sejak era 1990-an.
Sistem pembayaran dan transaksi elektronik di Indonesia dimaksudkan bukan sebagai pengganti sistem pembayaran tunai sebelumnya, melainkan sebagai pelengkap satu dengan lainnya.
Dikatakan Ainun ada 4 jenis transaksi yaitu mobile bangking, internet banking, e-money dan transaksi digital. “Untuk mobile banking, sekarang semua orang memiliki smartphone tetapi tidak semua bisa memanfaatkan dengan maksimal,” ujar Ainun dalam webinar yang dipandu oleh Idfi Pancani ini.
Sementara SMS Banking tidak perlu harus internet, kita hanya perlu pulsa saja. Kita bisa lihat informasi kartu kredit dan transfer dana juga bisa melalui SMS banking ini. Sementara Internet Banking merupakan layanan transaksi perbankan yang melalui internet dan informasi dapat kita lakukan melalui website.
“Jadi nasabah bisa menggunakan perangkat komputer atau smartphone kita untuk melakukan transaksi yang terhubung dengan jaringan internetnya. Kita juga perlu set ID dan passwordnya,” jelasnya lagi.
Sedangkan e-Money dilengkapi dengan kartu chip walaupun di dalamnya itu uangnya sama dengan uang tunai yang kita biasa gunakan untuk aktivitas transaksi. Jika nominal di dalam e-money itu tidak dapat kita uangkan karena sesuai dengan tujuan dari fiturnya kartu ini yaitu kepentingan transaksi elektronik saja. E-money ini bisa kita gunakan untuk beberapa tempat-tempat tertentu yang bisa memiliki mesin pembaca chipnya itu.
Sedangkan transaksi digital bisa digunakan untuk pembelian pulsa, tagihan listrik, top up layanan online, tiket kereta atau pesawat dan iuran BPJS.
Selain Ainun juga hadir Ilham Faris, Digital Strategist, Gerson Feoh, S.Kom, MT, MOS, Ketua Program Studi Teknik Informatika Universitas Dhyana Pura dan Rizky Rahmawati, Advokat dan Managing Partner Law Office Amali & Associates.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …