Jangan Anggap Musuh Orang yang Berbeda dari Kita

Badung Bali -Manusia sebagai makhluk sosial sudah menjadi sifat bawaannya untuk saling berinteraksi dengan cara saling bertukar informasi. Menurut Rahmad Ramadhan saat menjadi Key Opinion Leader dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Badung, Bali, Selasa 26 Oktober 2021, interaksi antar manusia saat sekarang ini berubah.
“Dengan perkembangan teknologi saat ini merubah cara berinteraksi manusia dengan berbagai kemudahan. Dengan perkembangan teknologi ini hampir dipastikan semua orang memiliki media sosial,” ujar Ramadhan dalam webinar yang dipandu oleh Claudia Lengkey ini.
Dengan perkembangan teknologi ini, lanjut Ramadhan, sesuatu yang terjadi di dunia sana bisa langsung kita akses dan kita bisa langsung akses melalui internet. Karenanya sebagai pengguna medsos ada banyak hal yang harus diperhatikan agar apa yang diunggah atau konten yang disebar tidak membuat masalah di kemudian hari yang bisa merugikan diri kita di kemudian hari juga.
Ada sejumlah langkah untuk menghindari masalah di ruang digital yang bisa kita lakukan. Di antaranya saring sebelum sharing sebab banyak orang di media sosial begitu dapat informasi dengan gampangnya langsung menyebarkan informasinya.
Selain itu membuat konten atau unggahan yang bisa positif, kreatif dan inspiratif. Dan penuhi ruang digital kita dengan konten-konten positif agar konten negatif tak akan bisa muncul lagi. “Jadi ini PR bagi konten creator – konten creator karena setiap orang yang memiliki media sosial sudah bisa dikatakan sebagai content creator.
Juga penting adalah menghargai karya orang lain, misalnya ketika ingin kita memakai lagu seseorang kita sebaiknya memakai atau menuliskan credit titlenya agar yang membuat lagu itu lebih semangat berkarya.
Soal menghargai perbedaan juga harus menjadi bahan pertimbangan karena menghargai pendapat orang itu baik. Misalnya tidak semua perbedaan atau tidak semua orang yang berbeda itu kita anggap musuh jadi yang pasti kita tidak bisa memaksakan pendapat kita kepada orang lain . Dan orang lain yang sebaliknya juga seperti itu.
“Kalau misal tidak suka karya orang lain atau suatu konsep tersebut jangan berikan kata-kata yang tidak baik karena penting untuk menghargai karya orang lain dan perbedaan pasti terjadi karena Indonesia merupakan negara majemuk,” katanya.
Penggunaan bahasa yang baik dan benar juga harus selalu dipakai di medsos. Ini berkaitan dengan luas Indonesia dengan beragam budaya adat termasuk bahasanya. Banyak kata-kata yang berubah arti di daerah yang berbeda di Indonesia.
Selain Ramadhan juga hadir sebagai pembicara adalah Alaika Abdullah, Virtual Assistant & Digital Content Creator, I Made Sujana, S.Pd Kepala Sekolah SMPN 2 Kuta dan Yazid Yanwar Saputra, Founder Meraki Agency.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …