Pentingnya Informasi, Identitas, dan Jejak Digital

Alor NTT -Aspek kehidupan dewasa ini tidak terlepas dari penggunaan dan pemanfaatan teknologi. Apapun kegiatan kita sangat melekat dengan teknologi yang terus berkembang, baik pada kegiatan komunikasi, edukasi, hingga produktivitas. Hal ini juga menjadikan terjadinya perubahan pola pikir dan pola tindak masyarakat dalam penyebaran informasi.
Astried Finna Ayu Kirana, Managing Director PT Astrindo Sentosa Kusuma menyampaikan bahwa perubahan digital ini mempengaruhi tiga hal penting, yakni informasi, identitas, dan jejak digital. Informasi digital adalah proses mengubah berbagai informasi dari format analog ke digital sehingga lebih mudah untuk diproduksi, disimpan, dikelola, dan distribusikan. Kemudian, identitas digital merupakan sistem yang diciptakan dengan tujuan mempermudah identifikasi identitas warga negara. Sementara, jejak digital ialah segala rekaman jejak perjalanan seseorang ketika mengakses internet.
Ia mengatakan, untuk menjadi warga digital yang positif dan aman kita harus mampu untuk memilah-milah informasi dan tidak menyebarkan informasi sensitif berisi data pribadi. Kita pun harus bisa mewaspadai segala yang terjadi terutama email phising dan jenis kejahatan lain. Di samping itu, lakukan antisipasi kejahatan dengan mengaktifkan two factor authentication. Kita juga harus dapat bijak dalam meninggalkan jejak digital yang positif, jangan mudah terpancing membagikan sesuatu hal yang negatif.
“Dengan cara bijak kita sekaligus bisa menjadi netral, saat melihat artikel yang terkesan memberikan ujaran kebencian atau dapat menimbulkan perpecahan. Kita harus bijak, netral, dan baca sampai selesai lalu memutuskan berita itu kredibel atau tidak,” tuturnya dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Senin (25/10/2021).
Menurut Astried, saat ini masih banyak orang yang belum sadar mengenai pentingnya hal tersebut, sehingga banyak yang berujung ke masalah hukum. Masyarakat banyak yang senang mengonsumsi hoaks, dan tidak menjaga data pribadi mereka masing-masing.
Astried mengingatkan bahwa data pribadi berpengaruh pada segala aspek termasuk hubungan personal kita dengan orang lain. Oleh karena itu kita harus berhati-hati terkait apapun informasi yang kita dapatkan dan bagikan dari internet. Hal tersebut didasarkan pada rambu-rambu aturan pada UU ITE, semuanya harus kita taati mengenai bagaimana kita menyaring informasi yang tepat.
“Kita membangun citra diri yang positif atau negatif itu tergantung dengan apa yang kita tulis dan bagikan di media sosial. Aktifkan mode privasi dan jangan bagikan informasi yang nantinya bisa kita sesali,” ujar Astried.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Alor, NTT, Senin (25/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Forita Djadi (Pemilik Deva Wedding & Event), Siti Chotijah (Ketua Umum Genpi Indonesia), dan Masra Suyuti (Key Opinion Leader).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …