Kecanduan Internet Sama Dengan Kecanduan Obat Bius’

Lombok Timur -Ada banyak manfaat positif gadget untuk anak dan remaja tapi dampak negatifnya pun tetap harus diperhitungkan. Menurut Yazid Anwar Founder Meraki Agency dalam Webinar Literasi Digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Siberkreasi wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Senin 25 Oktober 2021, dampak positif pada gadget untuk anak dan remaja mengarah ke kemampuan kognitif dan motorik halus pada anak yang bisa melatih kemampuan problem solving.
“Manfaatnya anak bisa latihan bersikap sportif dalam berkompetisi dan mendapat cepat informasi, serta bisa membuat anak senang dan bahagia. Sementara yang negatif adalah anak kurang interaksi di dalam keluarga, kurang empat, agresif dan mengurangi ketertiban. Selain itu itu bisa berakibat kekerasan, gangguan konsentrasi dan gangguan tidur karena banyaknya konten negatif sehingga membuat pengaruh yang tidak baik kepada anak,” ujar Yazid dalam webinar yang dipandu oleh Kika Ferdind ini.
Lebih lanjut dikatakan oleh Yazid seorang psikolog David Greenville mengatakan sekitar 6% dari pengguna internet mengalami kecanduan. Orang yang mengalami kecanduan internet mengalami gejala yang sama dengan kecanduan obat bius. Yaitu lupa waktu dalam berinternet dan orang yang kecanduan internet ini mengalami adiksi dikarenakan mereka menemukan kepuasan di internet yang tidak mereka dapatkan di dunia nyata di dalamnya ada anak-anak dan remaja.
Sedangkan menurut tim peneliti FK UI tahun 2020 mengatakan bahwa kecanduan atau adiksi dalam konteks internet atau pengguna gadget termasuk dalam kategori kecanduan perilaku yang dapat menimbulkan gangguan yang berdampak pada kehidupan personal dan relasi seseorang dengan orang lain. Bentuk-bentuk kecanduan perilaku diantaranya kecanduan internet, kecanduan game, kecanduan smartphone, kecanduan judi dan kecanduan pornografi.
Kecanduan internet atau adiksi internet dengan penggunaan internet berlebihan akibat kurangnya kemampuan dalam pengendalian diri sehingga mengganggu fungsi sehari-hari. Misalnya bolos kelas, penurunan prestasi sekolah dan tidak menjadi kurang meninggalkan waktu untuk kegiatan yang lebih penting tetapi bekerja mengurus keluarga dan mengurus diri sendiri
Remaja termasuk dalam kelompok usia yang rentan mengalami kecanduan internet. Ada 31,4% remaja yang mengalami kecanduan internet. Dan remaja lebih rentan mengalami kecanduan internet karena remaja memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar dan bagian otak yang berfungsi untuk mengendalikan perilaku masih dalam proses perkembangan.
Ciri-ciri mengalami kecanduan internet bisa kita lihat semisal pikiran fokus ke internet, intensitas penggunaan internet yang tinggi, kontrol diri dan emosi yang lemah terhadap penggunaan internet. Dan walaupun menyadari dampak adiksi namun tetap menggunakan internet, sulit lepas dan tidak berinteraksi dengan lingkungan sosial.
Selain itu hal ini juga bisa mengalami gangguan emosi , perilaku berbohong agar tetap dapat menggunakan internet rasa gelisah dan tidak nyaman jika tidak menggunakan internet. Serta bisa melupakan tanggung jawab dan tugas individu termasuk dalam mengurus diri dan tanggung jawab pekerjaan.
Selain Yazid juga hadir para pembicara lain yaitu Alex Iskandar, Managing Director IM Focus Digital Consultant, Lalu Parhanuddin, M.Pd, Dr.(Cand), DIrektur Nusa Tenggara Institute Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, dan Iksan Colly sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …