Jadi Lebih Kreatif di Masa Pandemi

Tolikara Papua -Kondisi di masa pandemi menjadi serba terbatas dan nternet menjadi sumber daya yang bisa digunakan untuk hal-hal positif. Dengan biaya yang relatif murah, pemakaian internet secara positif berpotensi untuk diapresiasi banyak orang.
Keterbatasan bukanlah batasan untuk kita berhenti menjadi kreatif. Di tengah masa yang sulit itu, manusia banyak menggunakan sense of survive untuk bertahan hidup. Dengan sense of survive tersebut, biasanya kreativitas-kreativitas sering muncul. Keterbatasan memang memunculkan kreativitas, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang memiliki cara dan kreativitasnya masing-masing.
“Apapun itu, kalau kita terus berpikir posiitif dan mau mengerjakan hal-hal yang bersifat kreatif, kita bisa untuk menciptakan hal-hal positif, lapangan pekerjaan baru, kesempatan dan peluang untuk membangun bisnis, investasi, dan lainnya,” tutur Johan Albert Piter Ginuny seorang freelancer dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Tolikara, Papua, Senin (25/10/2021).
Ia mengatakan, saat ini semuanya bisa dilakukan hanya dari satu tempat untuk pekerjaan produktif dan kreatif. Penting untuk kita sama-sama menyadari dan melihat bahwa kapasitas kita bisa terus bertambah meski berada dalam keterbatasan. Di tengah situasi pandemi, banyak hal yang bisa dilakukan.
“Dalam masa keterbatasan, kita bisa bikin banyak hal karena jangkauan digital yang tidak terbatas. Jadi kreativitas kita pun bisa terbangun ketika mau mulai sesuatu,” ucap pria yang disapa Piche ini.
Piche menyampaikan bahwa kita bisa memulainya dengan ide dan pemikiran terlebih dahulu. Seperti halnya yang dia lakukan dulu, Piche di awal masa pandemi membuat konten yang kreatif dan bermanfaat mengenai cara mendapatkan beasiswa di luar negeri pada akun media sosialnya. Dari kontennya tersebut banyak orang yang juga berhasil untuk belajar di negeri orang.
Menurutnya, meski kita hanya memiliki akun media sosial yang sederhana, kita tetap bisa memberikan dampak-dampak positif ke orang sekitar. Kita bisa mengemas informasi dan konten positif melalui podcast, membuat talkshow interaktif di media sosial, atau pun di platform digital lainnya.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tolikara, Papua, Senin (25/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Gabrilianty Nastiti (SPV Accounting Analyst), Andrew Paulo (Forex Trader), dan Ichal Muhammad (Key Opinion Leader).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …